Nama Asli Burung Gereja dan Alasan Kenapa Tak Ada Burung Masjid

ERA.id - Kenapa burung pipit kecil disebut burung gereja? Sebelum menjawab pertanyaannya, perlu diketahui, kalau burung gereja nama latinnya passer montanus.

Burung gereja disebut juga burung pingai sejenis burung pipit kecil, berasal dari keluarga passeridae. Burung-burung ini mendiami kota-kota dalam jumlah yang sangat besar.

Sparrow (dalam bahasa Inggrisnya) merupakan burung yang jinak. Pada umumnya, burung gereja berbentuk kecil, berwarna coklat-kelabu, gemuk, berekor pendek, dan memliki paruh yang kuat. Makanan burung ini adalah biji dan serangga kecil.

Pada awalnya, Sparrow berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, kemudian burung ini disebarkan ke Australia dan Amerika oleh penduduk. Saat ini House Sparrow (jenis burung gereja) lebih banyak ditemukan Amerika Utara, Australia, dan Amerika Selatan.

Burung Gereja (Dok. Wikipedia)

Burung jenis ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai wilayah Indonesia. Lantas kenapa dinamai burung gereja? Jawabannya, saat pertama kali burung ini datang ke Sulawesi dan Jawa, mereka segera mencari tempat di dalam bangunan yang besar dan tinggi dengan alasan keamanan.

Kenapa Tak Ada Burung Masjid

Burung gereja merupakan burung yang terbangnya rendah. Pada saat itu, bangunan yang arsitekturnya tinggi hanyalah gereja. Sehingga burung ini mulai bersarang di langit-langit gereja. Tidak ada catatan jelas, dari siapa dan tahun berapa burung ini dinamai burung gereja.

Namun karena sering masuk ke dalam gereja dan bertengger di sana, sejak saat itulah burung passer montanus ini dijuluki sebagai burung gereja. Burung gereja dapat ditemukan di Eropa dan Asia. Di Indonesia sendiri, burung gereja dapat dijumpai di hampir seluruh tempat, bukan cuma di gereja, tapi juga ada di masjid, perumahan atau gedung-gedung.

Habitat mereka yang mendiami daerah pemukiman penduduk, membuat mereka begitu familiar bagi orang Indonesia.