Kata Ma'ruf Amin, Murid Jangan Cuma Hapal, Tapi Harus Bisa Analisa dan Evaluasi

ERA.id

Wakil Presiden Maruf Amin minta para guru di negeri ini bisa menyusun dan merumuskan metode paling pas untuk kurikulum. Salah satu cara yang bisa dicontek adalah konsep Taksonomi Bloom.

Dilansir dari berbagai sumber, Taksonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yaitu tassein yang berarti mengklasifikasi dan nomos yang berarti aturan. Jadi Taksonomi berarti hierarki klasifikasi atas prinsip dasar atau aturan. Istilah ini kemudian digunakan oleh Benjamin Samuel Bloom, seorang psikolog bidang pendidikan yang melakukan penelitian dan pengembangan mengenai kemampuan berpikir dalam proses pembelajaran.

Sejarah taksonomi bloom bermula ketika awal tahun 1950-an, dalam Konferensi Asosiasi Psikolog Amerika, Bloom dan kawan-kawan mengemukakan bahwa dari evaluasi hasil belajar yang banyak disusun di sekolah, ternyata persentase terbanyak butir soal yang diajukan hanya meminta siswa untuk mengutarakan hapalan mereka.

"Bloom memandang bahwa pendidikan harus mampu mendorong kemampuan dalam memahami prinsip, menganalisa dan mengevaluasi konsep, serta memahami proses dan prosedur; daripada hanya sekadar menghafal fakta," kata Ma'aruf Amin saat membuka FGD Penguatan Peran Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) secara virtual, Selasa seperti dilansir dari Antara, Selasa (6/10/2020).

Makanya, tenaga pengajar harus memiliki kompetensi yang memadai untuk dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul, karena guru merupakan tulang punggung kegiatan pendidikan di Indonesia. Sebelum bisa mengajar dengan baik, negara harus bisa memastikan kalau tenaga pengajar wajib memiliki kompetensi yang tinggi.

"Guru, sebagai tenaga pendidik yang profesional, merupakan tulang punggung kegiatan pendidikan di Indonesia. Karena itu, upaya untuk menghasilkan SDM unggul juga menjadi tanggung jawab tenaga pendidik. Tenaga pendidikan harus memiliki kompetensi yang tinggi untuk mengemban tugas tersebut," kata Ma'ruf Amin 

Pemerintah menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, kata Ma'ruf. Kriteria SDM unggul menurut Ma'ruf ialah sumber daya yang sehat, cerdas, berproduktivitas tinggi, kompetitif, cinta Tanah Air dan berakhlak mulia.

Selain itu, pengembangan kompetensi juga harus dilakukan secara seimbang antara hard skill dan soft skill pada anak didik.

"Saya yakin jika para pendidik kita memiliki semua kompetensi tersebut, maka kita dapat menghasilkan peserta didik yang kritis, humanis, mampu menghadapi perubahan sosial, kreatif, serta mampu melakukan inovasi," ujarnya.