Heboh Festival Hijab Jual Makanan Daging Babi, Umat Muslim Geram

ERA.id - Media sosial dihebohkan dengan gelaran Hijab Fest and Culinary Food di salah satu mal di kota Semarang, Jawa Tengah yang terdapat stand makanan mengandung babi.

Stand tersebut dipersoalkan karena tak sesuai dengan tema festival tersebut yang islami.

"Bismillah, PERHATIAN DAN HATI HATI, berdasarkan laporan dari beberapa sahabat dan setelah melihat dari postingan di @promotor_imperium_indonesia, saya melihat ada nya acara dengan tajuk

HIJAB FEST AND HALAL FOOD CULINARY, di mall PARAGON Semarang lalu mendadak last minutes dirubah menjadi

HIJAB FEST AND FOOD CULINARY, dengan alasan ada tenant2 yang menjual produk HARAM dilokasi, namun alasan merubah last minute ini agak aneh krn 7 hari lalu mereka posting ttg bakcang 66 yg jelas di instagram bakcang 66 ini menulis produknya sebagai NON HALAL dengan kapital," jelas pendiri Mualaf Center Indonesia, Steven Indra Wibowo di akun instragramnya, seperti dikutip Selasa (6/10/2020).

 

 

 

 

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bismillah, PERHATIAN DAN HATI HATI, berdasarkan laporan dari beberapa sahabat dan setelah melihat dari postingan di @promotor_imperium_indonesia, saya melihat ada nya acara dengan tajuk HIJAB FEST AND HALAL FOOD CULINARY, di mall PARAGON Semarang lalu mendadak last minutes dirubah menjadi HIJAB FEST AND FOOD CULINARY, dengan alasan ada tenant2 yang menjual produk HARAM dilokasi, namun alasan merubah last minute ini agak aneh krn 7 hari lalu mereka posting ttg bakcang 66 yg jelas di instagram bakcang 66 ini menulis produknya sebagai NON HALAL dengan kapital Apakah hal ini dibiarkan saja? Atau mungkin karena orang yang hadir gak paham jadi dibiarkan saja? Atau mungkin TEST-THE-WATER lagi??? Apakah hanya untuk menutup cost produksi event, sehingga umat muslim yang di korbankan? Itu uap makanannya mengandung embun dan embun nya dari makanan haram, kira kira gimana? Apakah cukup hanya minta maaf? Jika penyelenggara bukan muslim, maka harusnya berkonsultasi dahulu, Namun jika mereka muslim, lalu ini kesengajaan untuk menjebak masyarakat? Tag tim di Semarang dan sekitarnya: @mualafcentersemarang @cahhijrah @andika_cahevent @must_wawan @muslimbrotherhoodsmg.official @muslimunited.official @hijrahfest @hasbeee29 @istajibbarlian_aka_tatank @mualaf.institute @vertizonetv

Sebuah kiriman dibagikan oleh Steven Indra Wibowo (@steven.indra.wibowo) pada

Ia curiga ada sengajaan dari pihak panitia untuk membuka tiga stand makana nonhalal di acara tersebut.

"Apakah hanya untuk menutup cost produksi event, sehingga umat muslim yang di korbankan? Itu uap makanannya mengandung embun dan embun nya dari makanan haram, kira kira gimana?" sambungnya.

Acara tersebut berlangsung pada 30 September sampai 4 Oktober. Mualaf Center Indonesia dan beberapa ormas sudah meminta klarifikasi panitia.

"Alhamdulillah dari pihak pengelola Paragon dan Pihak penyelenggara / EO meminta maaf prihal kejadian diatas dan langsung menutup 2 Stan babi tsb dan berjanji tidak akan melakukan lagi dikemudian hari serta akan lebih jeli dalam mengadakan acara," ucapnya.

Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak mal atau panitia penyelenggara terkait adanya stand makanan nonhalal di acara tersebut