Profesi Menjanjikan, Berikut Hal Lain yang Harus Kamu Tahu untuk Jadi Atlet Esports

ERA.id - Saat ini, gim (game) tidak hanya sekadar menjadi hiburan, tetapi bisa menjadi peluang berkarir bagi penggemarnya. Pemain kompetisi multiplayer video game atau yang lebih dikenal dengan atlet esports, sudah banyak mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan menjadi profesi yang menjanjikan.  Di Indonesia sendiri, pemerintah mendukungnya dengan mengadakan beberapa turnamen seperti Piala Presiden Esports dan Piala Menpora Esports. 

Profesi atlet esports pun semakin diincar oleh para milenial. Bagaimana tidak? Penghasilan seorang atlet esports bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulannya. Hanya saja, menjadi atlet esports tidak hanya bermodalkan perangkat digital dan koneksi saja, tetapi juga dibutuhkan ketekunan dan kerja keras. 

Simak beberapa rahasia untuk menjadi seorang atlet esports profesional yang dirangkum dari rilis Likee. 

1. Latihan, kunci sukses para atlet

“Practice Makes Perfect”. Mungkin kamu sudah bosan dengan istilah itu. Tetapi, tidak ada cara lain lagi untuk bisa berhasil menjadi seorang atlet selain dengan latihan yang giat. Apa pun bidang yang seorang atlet geluti, pasti membutuhkan kematangan, penguasaan teknik, dan pembiasaan diri dengan game yang kamu mainkan. Latihan juga membantu atlet esports untuk menemukan gaya permainannya sendiri. 

Sisihkanlah waktu kamu untuk latihan individu dan latihan berkelompok bersama teman atau tim kamu. Pelajarilah rintangan-rintangan, seluk beluk, dan teknik permainannya. Persiapkan juga mental agar saat ikut kompetisi semakin tangguh

2. Tekuni satu game

Saat ini banyak pilihan game yang ditawarkan dengan keseruan yang berbeda-beda dan sering dipertandingkan. Namun, untuk menjadi pemain game profesional kamu tidak bisa menguasai banyak game sekaligus. Untuk itu, kamu harus fokus dan kuasai satu game terlebih  dahulu.

Pilih saja game yang membuat kamu tertarik untuk memainkannya. Lalu, berusahalah untuk mendalami kemampuan dan wawasan kamu pada game tersebut. Kuasai sebanyak mungkin teknik hingga kamu sudah terbiasa dengan game tersebut, seperti peta permainan, kelemahan dan kelebihan sebuah karakter, dan taktik permainan. Oh ya, kamu juga bisa memainkan game lain sebagai selingan, lho!

3. Bergabung dengan komunitas dan/atau tim esports

Tergabung dalam sebuah komunitas esports sangat membantu karena kamu bisa bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan pemain-pemain lainnya. Mereka tidak akan segan membagikan tips dan teknik permainan yang mungkin kamu belum ketahui. Selain itu, komunitas tersebut juga dapat menjadi sarana untuk bermain bersama dan menantang kemampuan yang sudah kamu latih.

Ilustrasi game (Dok. Likee)

Selain komunitas, jika kamu sudah cukup percaya diri dengan kemampuanmu, kamu bisa bergabung dalam tim esports. Jangan lupa, banyak sekali tim-tim kuat yang sering mengikuti pertandingan profesional. Ada banyak tim profesional Indonesia hebat yang bisa kamu ikuti, salah satunya adalah Alter Ego. Alter Ego sendiri merupakan tim esports yang berfokus pada game Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), PlayerUnkowns’ Battlegrounds (PUBGM), Brawl Stars, dan Valorant, yang kerap mengikuti dan memenangkan turnamen. 

4. Belajar dari ahlinya

Kamu juga bisa meningkatkan kemampuan bermain kamu dengan belajar dari para ahli. Sosial media saat ini memudahkan kamu untuk mencari video-video dan konten yang dibuat dari para ahli. Banyak pemain profesional yang menggunakan akun sosial medianya untuk menayangkan langsung (live streaming) permainannya saat ia berlatih maupun bertanding. Anggota dari tim  Alter Ego, seperti Udil, Celiboy, Murphy, Maungzy, Yam, Caesius, dan Pai, yang saat ini menggunakan aplikasi Likee, platform pembuatan video pendek terkemuka asal Singapura, untuk menunjukan gaya bermainnya. Nah, kamu bisa ikuti akun Likee mereka untuk belajar lebih banyak.

Ada pula atlet esports sekaligus YouTuber terkenal yang bisa kamu amati permainannya. Salah satunya Dyland Maximus Zidane atau yang lebih dikenal dengan Dyland PROS, yang mempunyai hampir 12 juta subscriber YouTube dengan konten permainan Free Fire.  Ia juga merambah pada aplikasi Likee untuk menunjukan kemampuannya. Dyland sendiri pernah dinobatkan sebagai gamer Free Fire terbaik di dunia, loh!

Menjadi atlet esports tidaklah mudah. Nama-nama gamers yang namanya melejit, juga melalui hal yang sama untuk menjadi seperti saat ini. Selain berlatih, kamu juga harus sesekali memberanikan diri untuk menantang kemampuan kamu dalam turnamen sesungguhnya. Contohlah peserta-peserta yang mengikuti turnamen Top Clans 2020 yang digelar NetEase, sebuah penyedia dan pengembang game komputer dan seluler terkemuka, yang sudah dimulai dari 25 September lalu.