NU: Sebaran Hoaks MCA Pengkhianatan Bangsa

Jakarta, era.id - Kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) menyebarkan isu provokatif yang tak hanya bermuatan diskriminasi dan SARA, tapi juga soal isu penganiayaan ulama.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menilai, kelompok tersebut telah mengkhianati bangsa.

"Kan berarti mengkhianati bangsa ini. Masa menjadi bangsa yang menggunjing," ujarnya saat menghadiri acara Istighosah Partai Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Said menyerahkan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut kepada pihak kepolisian. Menurut dia, tindakan tersebut tidak dibenarkan oleh Agama manapun.

"Di agama juga dilarang," terangnya.

Selain itu, Said mengingatkan agar seluruh umat beragama di Indonesia tidak terpecah belah dan diharapkan tak menanggapi segala aksi yang disebarkan MCA dan kelompok-kelompok sejenis.

"Jangan digubris," katanya.

Polisi menangkap enam anggota grup WhatsApp 'The Family MCA'. Keenam tersangka yang ditangkap adalah Muhammad Luth (40) di Tanjung Priok, Rizki Surya Dharma (35) di Pangkal Pinang, Ramdani Saputra (39) di Bali, Yuspiadin (25) di Sumedang, Ronny Sutrisno (40) di Palu dan Tara Arsih Wijayani (40) di Yogyakarta.

Isu paling santer yang pernah disebar para pelaku adalah isu yang meliputi kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama, dan pencemaran nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu. Tak hanya itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.

Tag: berita hoaks