Mulai Besok Kebun Binatang Ragunan Dibuka Kembali, Begini Cara Pesan Tiketnya

ERA.id - Kabar baik untuk warga Jakarta dan sekitarnya. Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan buka kembali untuk kunjungan wisata mulai Sabtu (13/3) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sebelumnya, Taman Margasatwa Raunan sempat ditutup untuk pengunjung karena pandemi COVID-19 sejak Desember 2020.

"Jumlah pengunjung yang diizinkan maksimal 5.000 orang atau 50 persen dari kapasitas," kata Kepala Satuan Pelaksana Promosi Taman Margasatwa Ragunan Ketut Widarsana di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Adapun operasional taman wisata itu mulai pukul 07.00 WIB hingga tutup loket pukul 14.30 WIB.

Pengunjung, kata dia, terlebih dahulu memesan tiket masuk secara daring melalui laman bit.ly/PesantiketTMR.

Sejumlah wahana dan kuliner di taman itu juga dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain ada kelonggaran jumlah pengunjung, pada pembukaan ini warga luar DKI Jakarta juga sudah diperbolehkan berkunjung ke taman margasatwa seluas 147 hektare itu.

Sebelumnya, lanjut dia, selama masa pandemi, Taman Margasatwa Ragunan sudah tiga kali melakukan buka tutup dengan batasan jumlah pengunjung saat itu 2.000 orang atau sekitar 25 persen dari kapasitas harian.

Meski mulai dibuka lagi, aturan protokol kesehatan di antaranya pengukuran suhu tubuh saat di pintu masuk, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan masih  berlaku ketat.

Tak hanya itu, warga lanjut usia di atas 60 tahun, warga berusia 0-9 tahun dan ibu hamil masih dilarang untuk masuk.

Widarsana menambahkan Taman Margasatwa Ragunan memiliki koleksi sekitar 2.200 satwa baik endemik Indonesia maupun luar Tanah Air.

Berdasarkan data kunjungan 2019, per hari rata-rata wisatawan mengunjungi Taman Margasatwa Ragunan mencapai 5.000-8.000 orang untuk hari biasa.

Sedangkan memasuki hari Sabtu, lanjut dia, kunjungan wisatawan bisa mencapai 15-20 ribu orang dan melonjak pada Minggu mencapai 40-50 ribu orang.

"Per tahun itu rata-rata 5,5 juta pengunjung sebelum pandemi," katanya.