Pakar Hukum: Sakit Novanto Layaknya Dolar, Naik Turun

Jakarta, era.id- Tiap ada panggilan KPK, Setya Novanto tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP selalu berkutat dengan alasan sakit. Sampai ada yang beranggapan kalau sakit Novanto diibaratkan seperti kurs dolar, kadang naik kadang turun.

"Sakit aja kaya dolar naik turun, kalau dipanggil sakit, kalau enggak dipanggil sembuh,” katanya, pakar hukum pidana, Abdul Fikar Fajar, saat ditemui di Warung Daun, Cikini, Sabtu (18/11/2017).

Menurutnya, kecelakaan yang dialami Novanto tidak masuk akal. Soalnya tiang yang ditabrak tidak rusak, sopir pun tidak mengalami luka. Malah penumpang yang duduk di bangku tengah luka serius. "Pengacara boleh membela tapi selama enggak memakan akal sehat. Mestinya jangan mengumbar pernyataan tapi defence." tutupnya. 

Ia juga memberi saran kepada kuasa hukum Novano untuk memberi keterangan yang masuk akal, karena kerap menceitakan kondisi kliennya yang kritis.

Pasca kecelakaan yang dialami Novanto di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan (16/11), ia dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM, Jakarta Pusat. Saat ini, KPK sudah menahan Novanto walaupun langsung dibantarkan karena masih perlu mendapat observasi atas sakit yang dideritanya.