Mengenang Asnan, Kisah Tukang Becak "Kaya" yang Hebohkan Surabaya

ERA.id - Tidak selamanya orang bergaya apa adanya dan terlihat miskin, tidak punya uang. Inilah hal penting yang perlu kita pelajari setiap hari, bahwa jangan pernah meremehkan orang yang tampilannya sederhana dan tidak necis.

Pelajaran itu didapatkan dari kisah seorang tukang becak di Surabaya yang memiliki uang lebih dari Rp48 juta. Angka segitu sudah bisa membuat orang menyebut kita sebagai kalangan "berada".

Kabar ini pernah menghebohkan jagat maya dan warga Surabaya itu sendiri. Uang tukang becak itu diikat rapi dengan karet dan tersimpan di dalam kotak kecil di bawah kemudi. Semuanya ketahuan saat satgas command center Kecamatan Tambaksari Surabaya, membawa si tukang becak ke rumah sakit karena diserang sakit tuber kulosis (TBC).

Tukang becak itu diketahui ditemukan tertidur lemas di atas becaknya, yang parkir di Jalan Teratai oleh pemuda karang taruna dan pihak Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Petugas pantas memeriksa becaknya, semua demi mencari identitas si tukang becak tersebut. Sewaktu memeriksa, ditemukanlah bungkusan plastik berisi uang Rp48 juta.

Ternyata, uang tersebut merupakan hasil jerih payahnya mengayuh becak selama puluhan tahun. Dari uang itu, bisa diketahui, betapa gigihnya si tukang becak tersebut bekerja. Ia tidak berdiam diri saja menerima nasib. Selama ada becak, maka ia masih bisa mencari nafkah.

Belakangan diketahui, tukang becak tersebut bernama Asnan. Ia berasal dari Sumobito, Jombang. Rencananya uang itu mau dipakai berbisnis dengan membuka warung kelontong.

Kepada petugas, Asnan mengaku hidup seorang diri, tiada kerabat atau teman yang menjenguknya di rumah sakit selama pengobatan. Kecuali suster, dokter rumah sakit RSUD Dr Soetomo, dan pihak Kecamatan Tambaksari.

Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun yang mengantar dan menjenguk Asnan semringah melihat kondisi Asnan kian membaik. "Bisa dilihat dari cara ngomongnya, saat ini lebih lantang dari pada pertama masuk rumah sakit. Tapi dia belum pulih seperti sedia kala karena kondisinya masih lemah, mengeluh susah tidur dan masih ngelantur, mungkin karena faktor umur," kata Ridwan menceritakan kondisi Asnan, pada 2018 silam.

"Saya tanyakan apa punya keluarga? Dia bilang tidak punya keluarga, sempat bilang punya di Kalimantan, tapi tidak tahu lagi," tambahnya.

Saat itu, Ridwan mengaku kalau Asnan sudah diklaim membaik oleh pihak rumah sakit, Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini saat itu, akan menempatkannya di Liponsos.

"Pak Asnan kalau sudah dinyatakan pihak rumah sakit sembuh atau rawat jalan, akan ke Liponsos. Kami tidak ingin beliau tinggal di tempat lain."

"Di Liponsos kami ada petugas satgas TB, jadi akan ada pendampingan karena penyakit TB harus berobat terus menerus tidak boleh putus," terang Ridwan.