Muncul Kluster Ponpes, Ini Tanggapan Gibran

ERA.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi munculnya kluster baru yang berasal dari lembaga pendidikan pondok pesantren.

Saat ini Gibran mengambil kebijakan langsung menutup pondok pesantren tersebut. Namun, pascakejadian ini dia tetap akan melanjutan program simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). 

Saat ini dia sudah mengambil langkah dengan mengevakuasi santri yang positif Covid-19 ke asrama haji Donohudan. Gibran juga sudah menutup pondok pesantren dan mengisolasi penghuninya. 

”Kalau ponpes kan lingkupnya di situ. Jadi bisa langsung kita kunci. Mereka (yang positif) juga sudah kita bawa ke Asrama Haji Donohudan,” kata Gibran, Rabu (31/3). 

Meski sudah muncul kasus dari lembaga pendidikan, Gibran tetap akan meneruskan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Namun untuk meneruskan program ini pihaknya akan tetap berhati-hati. 

”Kita tetap observasi, tidak terburu-buru. Paling penting guru sudah divaksin. Itu yang paling penting,” sambungnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mewanti-wanti agar masyarakat tidak abai protokol kesehatan. Sebab saat ini kondisi belum aman meski sudah ada vaksinasi. 

”jangan berpikir kalau sudah vaksinasi sudah bebas. Masyarakat banyak yang minta vaksinasi, tapi kalau protokol kesehatannya abai ya sama saja,” ucapnya.