Ada Nasi Putih, 7 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes saat Berpuasa

ERA.id - Tak terasa, momen istimewa bagi umat Muslim di Bulan Suci Ramadan sebentar lagi akan tiba. Puasa akan berjalan dengan lancar dengan menyiapkan segala hal, termasuk makanan. Terutama, bagi penderita diabetes wajib memperhatikan asupan makanan. 

Diabetes adalah penyakit kronis yang telah mencapai proporsi epidemi di antara orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia. Diabetes yang tidak terkontrol memiliki banyak konsekuensi serius, termasuk penyakit jantung, penyakit ginjal, kebutaan, dan komplikasi lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk menghindari beberapa makanan dan minuman ini. Dilansir dari Healthline pada Minggu (11/4/2021), berikut 7 makanan yang harus dihindari penderita diabetes.

1. Minuman dengan campuran pemanis

Minuman pemanis (Foto: Pexels/ahmad syahrir)

Minuman manis adalah pilihan minuman terburuk bagi penderita diabetes. Minuman ini sarat dengan fruktosa, yang sangat terkait dengan resistensi insulin dan diabetes. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman dengan campuran pemanis dan gula dapat meningkatkan risiko kondisi terkait diabetes seperti penyakit hati berlemak. Terlebih lagi, kadar fruktosa yang tinggi dalam minuman manis dapat menyebabkan perubahan metabolisme dapat meningkatkan lemak perut dan kadar kolesterol dan trigliserida yang berpotensi berbahaya.

2. Makanan Mengandung Lemak trans

Lemak trans buatan sangat tidak sehat.  Lemak trans secara langsung meningkatkan kadar gula darah, mereka dikaitkan dengan peningkatan peradangan, resistensi insulin, dan lemak perut, serta menurunkan kadar kolesterol HDL (baik) dan gangguan fungsi arteri. Contoh makanan mengandung lemak jenuh yang menjadi pantangan penderita diabetes, antara lain margarin, selai kacang, kreamer, makanan beku, kraker, muffin, dan makanan yang dipanggang dalam oven.

3. Roti Tawar, Nasi Putih, dan Pasta

Nasi putih (Foto: Freepik/xb100)

Roti putih, nasi, dan pasta adalah makanan tinggi olahan berkarbohidrat tinggi. Makan roti, nasi putih, dan pasta telah terbukti secara signifikan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2. Makanan tinggi karbohidrat tidak hanya meningkatkan gula darah tetapi juga menurunkan fungsi otak pada penderita diabetes tipe 2 dan defisit mental.

4. Yoghurt rasa buah

Yoghurt tanpa rasa bisa menjadi pilihan yang baik untuk penderita diabetes, tetapi tidak untuk varian rasa buah. Yogurt rasa biasanya dibuat dari susu tanpa lemak atau rendah lemak dan sarat dengan karbohidrat dan gula. Daripada memilih yogurt gula tinggi yang dapat meningkatkan gula darah dan insulin. Pilihlah yogurt susu murni tanpa gula dan mungkin bermanfaat untuk nafsu makan, pengendalian berat badan, serta kesehatan usus.

5. Sereal 

Sereal (Foto: Unsplash/Margarita Zueva)

Makan sereal bisa menjadi salah satu cara terburuk untuk memulai hari jika kamu menderita diabetes. Terlepas dari klaim kesehatan di kotak mereka, kebanyakan sereal diproses dengan tinggi dan mengandung jauh lebih banyak karbohidrat ketimbang yang disadari banyak orang.

Selain itu, sereal memberikan sangat sedikit protein, nutrisi yang dapat membantumu merasa kenyang dan puas sekaligus menjaga kadar gula darahmu stabil sepanjang hari. Bahkan beberapa sereal sarapan "sehat" bukanlah pilihan yang baik untuk penderita diabetes.

6. Buah Kering

Buah adalah sumber beberapa vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C dan kalium. Saat buah dikeringkan, prosesnya menghasilkan hilangnya air yang mengarah ke konsentrasi nutrisi yang lebih tinggi dan kandungan gulanya menjadi lebih pekat.

Oleh karena itu, kismis mengandung lebih dari empat kali lebih banyak karbohidrat daripada anggur. Jenis buah kering lainnya juga lebih tinggi karbohidratnya ketimbang buah segar. Bagi penderita diabetes, kamu tidak harus berhenti mengonsumsi buah sama sekali. Tetap berpegang pada buah-buahan rendah gula, seperti buah beri segar atau apel kecil, dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjaga gula darah dalam kisaran target.

7. Jus dan Kopi Aroma

Jus dan kopi aroma (Foto: Unsplash/Bundo Kim)

Jus buah sering dianggap sebagai minuman sehat, pengaruhnya terhadap gula darah mirip dengan soda dan minuman manis lainnya. Sama halnya dengan minuman yang dimaniskan dengan gula, jus buah juga mengandung fruktosa. Fruktosa mendorong resistensi insulin, obesitas, dan penyakit jantung.

Sama halnya dengan kopi aroma, minuman ini sarat dengan karbohidrat. Penelitian telah menunjukkan bahwa otak tidak memproses makanan cair dan padat dengan cara yang sama. Meminum kalori berpotensi menyebabkan penambahan berat badan.