Melihat Kecanggihan KRI Rigel 933, Kapal Survei TNI AL Pencari Lokasi KRI Nanggala-402

ERA.id - Situasi terkini pencarian KRI Nanggala-402, KRI Rimau mendeteksi adanya titik magnet yang sangat kuat di dekat lokasi yang diduga sebagai lokasi hilangnya kapal selam tersebut. TNI kemudian mengerahkan KRI Rigel yang saat ini sudah berada di dekat lokasi pencarian.

"Diharapkan siang atau sore hari ini (KRI Rigel, red) bisa segera merapat sehingga langsung bisa established atau membangun dan merencanakan kegiatan pencarian lebih detail," kata Achmad saat jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Jumat (23/4/2021).

Apa itu KRI Rigel? Nama KRI Rigel sering disebut saat ada kecelakaan pesawat jatuh di laut atau misi pencarian bawah laut. Terakhir, KRI Rigel diterjunkan untuk mencari pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada Januari 2021 lalu.

KRI Rigel adalah kapal yang memiliki kemampuan spesifik untuk mengambil gambar tiga dimensi di bawah laut.

Untuk melakukan deteksi kedalaman full covered itu, KRI Rigel akan menggunakan Multibeam Echosounder EM2040 dan Side Scan Sonar. Teknologi tersebut untuk mencitrakan badan pesawat dan High Precision Acoustic Positioning (HIPAP) dengan Frekuensi A dan B.

Seperti dikutip dari situs Pushidrosal, KRI Rigel-933 merupakan kapal perang jenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) tercanggih se-asia buatan Prancis. Dibangun berdasarkan kontrak pengadaan kapal BHO yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dengan pihak galangan OCEA Prancis.

Sejak kedatangannya dari Prancis, KRI Rigel-933 telah dioperasikan di berbagai macam kegiatan survei pemetaan dan kelautan yang bersifat internasional maupun nasional.

Dari beberapa kegiatan operasi survei dan pemetaan tersebut,  kapal-kapal ini terbukti memiliki kemampuan yang canggih yang diakui oleh pihak asing.

Kegiatan survei yang pernah dilaksanakan antara lain updating peta laut untuk menjamin keselamatan pelayaran di perairan Selat Malaka dan Selat Singapura dengan dilaksanakan kegiatan survei bersama antara Indonesia, Malaysia dan Singapura yang diprakarsai oleh Jepang (The Joint Hydrographic Survey of The Strait of Malacca and Singapore (SOMS).

Kegiatan survei yang dilaksanakan masing-masing oleh litoral states di perairan negara masing-masing.  Hasil survei membuktikan bahwa KRI Rigel 933 menghasilkan data yang lebih baik dan dalam evaluasi hasil survei tersebut format QA dan QC menggunakan metode yang dilaksanakan oleh Pushidrosal.

Kegiatan lain KRI Rigel yang mulai bertugas pada MAret 2015 lalu itu adalah survei di laut dalam di perairan Selat Ombai NTT, dengan kedalaman perairan antara 3000 – 4000 m.

Hasil survei yang didapat menunjukan bahwa peralatan yang dimiliki oleh KRI Rigel 933 memiliki kemampuan beroperasi di laut dalam dengan hasil yang cukup signifikan.

Tidak hanya data bathimetri, data oseanografi taktis dan meteorologi laut yang diperoleh memiliki kualitas data yang baik dari peralatan dengan teknologi yang modern.