Soal Kerumunan di Tanah Abang, Epidemiolog: Bawa Pulang Baju Lebaran Sekaligus Virus Corona

ERA.id - Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat padat pengunjung dan mengabaikan protokol kesehatan jelang lebaran. Hal itu terungkap melalui sebuah video yang tengah viral.

Menanggapi hal tersebut, Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyayangkan kejadian itu.

Dengan nada satire, Dicky bilang masyarakat yang berkerumun di Tanah Abang bukan cuma mendapat baju lebaran, tapi juga 'gratis' virus COVID-19.

"Ya, ini bisa jadi belanja baju lebaran, yang didapat bukan cuma baju lebarannya tapi juga virus covid-nya juga dapat dibawa pulang," kata Dicky kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).

Dicky lantas meminta masyarakat tak menganggap remeh pandemi COVID-19.

Sebab, dari berbagai hasil riset menunjukkan orang yang tak bergejala saat terpapar COVID-19 cenderung memiliki gangguan kesehatan dan dapat menurunkan kualitas hidup ke depannya.

"Bukan karena masalah bahwa kematiannya (akibat COVID-19) saja, tapi juga dampak jangka panjang yang bisa dialami oleh manusia itu sendiri yang tentu berkaitan dengan SDM satu negara," kata Dicky.

Lebih lanjut, Dicky mengkritisi sikap pemerintah karena tak berdaya mencegah kerumunan di Tanah Abang.

Menurutnya, jika memang pasar atau pusat perbelanjaan mau dibuka agar aktivitas perekonomian tetap berjalan maka aturannya harus dibuat dengan lebih teliti. Tujuannya, agar tak memperburuk situasi pandemi saat ini.

"Pasar itu kan memang tempat berkumpul. Jadi kalau mau dibuka, ya, harus konsekuen dengan protokolnya, aturannya. Kalau semua itu aturannya tidak dipatuhi, dijalankan, ya, sebagus apapun kita akhirnya memperburuk situasi pandemi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat dipadati pengunjung viral di media sosial. Dalam video ini, tampak para pengunjung berdesakan tanpa mengikuti protokol kesehatan.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian melakukan respons cepat dengan berkoordinasi dengan tiap pimpinan Perumda Pasar Jaya.

Tindakan ini bertujuan agar pengelola pasar, tak terkecuali Pasar Tanah Abang, dapat mengetatkan pengawasan sehingga laju kasus aktif COVID-19 bisa dikendalikan secara sistematis.

Pengawasan ini nantinya akan dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) COVID-19. Hal ini bertujuan agar aktivitas roda perekonomian tetap berjalan tapi pengunjung dapat tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kami akan mengantisipasi segala potensi terjadinya lonjakan kasus aktif, seperti kegiatan di setiap pasar menjelang lebaran, Idulfitri. Mulai hari ini hingga seterusnya, kami akan menempatkan satgas COVID-19 untuk mengatur pengunjung dan menertibkan pelanggar protokol kesehatan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, bagi siapapun yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dipastikan tidak akan boleh memasuki area pasar.