Alasan Polisi Amankan Massa May Day Kemarin

ERA.id - Ribuan buruh memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di sejumlah titik di Jakarta pada Sabtu (1/5). Namun, aparat kepolisian sempat melakukan penangkapan puluhan mahasiswa saat aksi demo berlangsung.

Bermula dari 15 orang mahasiswa Papua diamankan kepolisian di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Mereka digelandang ke Polda Metro Jaya karena tak mengirimkan surat pemberitahuan ke polisi sebelum aksi.

"Bukan ditangkap, tapi diamankan. Mereka, karena mereka mencoba melakukan kegiatan unjuk rasa tetapi tidak sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku khsusunya tentang penyampaian pendapat di muka umum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Sabtu (1/5).

"Seharusnya kelompok ini memberitahukan kepada pihak kepolisian untuk melakukan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum atau biasa kita sebut demo," imbuhnya.

Tak hanya itu, 30 orang mahasiswa yang diamankan di sekitar Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda. Para mahasiswa ini sempat bergabung dalam rombongan Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak).

Sebelumya, sejumlah kelompok buruh memang sudah membertahukan bahwa mereka akan menggelar aksi massa dengan melibatkan mahsiswa dan sejumlah elemen masyarakat pada saat peringatan May Day.

Komisaris Besar Hengki Haryadi menejelaskan, puluhan mahasiswa itu bukan ditangkap melainkan diamankan karena dinilai tidak mentaati protokol kesehatan. Dia berdalih, kerumunan yang tak terkendali berpotensi meningkatkan kasus COVID-19.

"Itu bukan ditangkap, disekat, diamankan, karena dihimbau berkali kali tetap tidak bisa menjaga jarak. Kami sudah berkali kali tadi menyampaikan himbauan untuk mejaga protokol kesehatan, menjaga jarak, tidak dilaksanakan," kata Hengki.