Pemprov Ogah Danai OK OCE

This browser does not support the video element.

Jakarta, era.id - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan gak menyetujui usulan Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta mengenai dana bantuan sebesar Rp5 miliar untuk OK OCE di tiap Kecamatan.

Anies mengungkapkan Pemprov DKI enggak bakal memberi pendanaan kepada peserta OK OCE. Peran pemprov, dikatakan Anies hanya sebagai fasilitator penghubung antara peserta dengan pihak perbankan agar peminjaman modal lebih mudah. 

"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfasilitasi dukungan akses permodalan melalui bank serta lembaga keuangan non-bank, tetapi tidak secara langsung," kata Anies di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018). 

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan penambahan pendanaan lebih dibutuhkan dalam peningkatan kapasitas dan fasilitas gedung dibandingkan untuk modal para peserta. 

"Seandainya diperlukan tambahan pendanaan dari pemerintah lebih ke arah capacity building, lebih ke arah akses permodalan," tambah Sandi.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan program OK OCE diawali dengan pelatihan dan penyuluhan bagi warga, kemudian warga yang dilatih akan dibekali tata cara pengajuan perizinan, akses pemasaran, pelaporan keuangan hingga memiliki kemampuan sebagai wirausaha mandiri, sehingga akan lebih mudah dalam akses permodalan. 

Sejauh ini sudah terdapat dua bank yang bersedia memberi pinjaman modal bagi peserta OK OCE, yaitu Bank DKI dan Bank BRI. Keduanya memberi bunga yang berbeda. Bank DKI menetapkan bunga 13 persen per tahun, sedangkan BRI lebih rendah, dengan bunga 7 persen per tahun.

Berdasarkan situs okoce.me, jumlah peserta yang mendaftar di program tersebut sudah mencapai 25.483 orang dalam kurun waktu lima bulan. 

 

Tag: kepemimpinan anies-sandi