Inikah Wajah Anak Legislator Gerindra Bekasi yang Jadi Tersangka Kasus Pencabulan?

ERA.id - Pemuda berinisial AT, yang merupakan anak anggota DPRD Kota Bekasi dari partai Gerindra, jadi tersangka dalam kasus pencabulan seorang perempuan. AT kini diburu polisi. Wajahnya pun dipasang dan diviralkan lewat media sosial.

Sejak kemarin, kasus ini memang marak dibahas terlebih di Twitter. Akun Twitter @namaku_mei pun geram atas perbuatan anak legislator DPRD Bekasi itu. Akhirnya, ia pun memasang sebuah foto pelaku dan ayahnya.

Namun belum diketahui pasti, apakah foto tersebut benar seorang tersangka kasus pencabulan anak ABG? Yang pasti, dari kasus ini, akun Twitter Gerindra pun banyak diserbu pertanyaan warganet, yang uniknya mampu dijawab oleh admin Gerindra di Twitter. 

Setelah kasus ini mencuat ke publik dan ramai dibincangkan, polisi pun angkat bicara. "Tersangka saat ini DPO," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Suprijadi kepada wartawan di kantornya, Jl Pramuka, Kota Bekasi, Rabu (19/5) kemarin, dikutip detikcom.

"Masih dicari. Sedang diupayakan untuk mengejar pelaku ini. Mudah-mudahan segera bisa didapatkan," ucapnya.

Sementara itu, D (42), orang tua korban mengaku diintimidasi usai kasus pencabulan yang dilakukan seorang anak anggota DPRD Bekasi ini, mencuat ke publik.

"Saya sebagai korban, kalau intimidasi, dari awal saya juga sudah terima, mulai intimidasi, ancaman-ancaman," ujar D saat ditemui di Polres Metro Bekasi, Rabu (19/5).

Intimidasinya berbentuk hadirnya sosok orang tak dikenal yang mengetuk pintu rumahnya. "Terakhir kurang-lebih sekitar tanggal 17 (April) itu saya menghadirkan saksi dan memang di tengah malam pun ada motor datang ketuk-ketuk pintu sehabis saya membawa saksi ke Polresta Kota Bekasi," ucap D.

Atas hal itu, Komnas Perlindungan Anak (PA) diminta tidak ragu menindak AT walau ia anak anggota DPRD Kota Bekasi.

Selain itu, Komnas PA juga meminta anggota DPRD Bekasi, orang tua AT, turut membantu menyerahkan tersangka ke polisi.

"Komnas Perlindungan Anak meminta orang tua terduga pelaku ikut membantu menyerahkan terduga pelaku kepada polisi. Jangan justru membiarkan kasus ini berlarut dan bahkan ikut serta mendorong terjadinya pelanggaran hak anak," kata Arist.