BNN Ungkap Milenial Konsumsi Narkoba di Masa Pandemi, Mayoritas Pakai Jarum Suntik

ERA.id - Kasus peyalahgunaan narkoba di Jawa Barat selama pademi mengalami peningkatan. Terlihat dari tingginya jumlah pengedar dan penyalahgunaan narkoba secara pribadi.

Data tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Jawa Barat, Brigjen Pol Beny Gunawan saat dikonfirmasi oleh ERA.id. Katanya, banyak faktor yang menjadi pemicu meningkatnya kasus narkoba, salah satunya adalah jumlah pengangguran yang semakin banyak, kemudian faktor depresi karena jenuh yang berkepanjangan selama pandemi.

"Data yang kami dapatkan ada 200 lebih kasus baru yang berasal dari wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur, Sukabumi dan Bogor," paparnya, Senin (31/5/2021).

Adapun untuk wilayah Bandung Raya, Beny menuturkan salah satu yang menjadi ranking tertinggi adalah cenderung pada penyalahgunaan narkoba yang menggunakan jarum suntik.

“Khususnya untuk Kota Bandung, penggunaan jarum suntik menjadi ranking yang pertama,” katanya.

Baru-baru ini kasus terbaru, katanya berasal dari perdagangan narkotika internasional yang melibatkan imigran gelap, satu diantaranya kasus di Bogor dan Bandung.

"Penanganan dan pemberantasan narkoba harus dilakukan oleh semua pihak, yang sedang kami lakukan adalah melibatkan pemerintah daerah dan aparat kepolisian bisa kita lacak kasusnya," jelas Beny.

Beny menduga karena harganya yang relatif murah, jenis narkoba tembakau gorila menjadi tren penyalahgunaan narkoba dikalangan kaum milenial.

“Sekarang yang paling banyak adalah tembakau gorila. Tembakau gorila itu adalah suatu tembakau yang disemprot senyawa kimia yang harganya cukup murah sekitar Rp 100.000 tapi dampaknya hampir sama dengan ganja. Nah ini yang sekarang lagi tren dikalangan anak muda kita yang sekarang sedang banyak dilakukan oleh kaum milenial Bandung dan sekitarnya,” ungkapnya.