Disuruh Pindah ke Arab karena 'Indonesia Raya', Ustaz Khalid: Provokatif, Masa Sejauh Itu?

ERA.id - Video Ustaz Khalid Basalamah yang menjawab pertanyaan jemaah soal kewajiban menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya, dikritik dan viral di media sosial.

Dalam video itu, Ustaz Khalid Basalamah membacakan pertanyaan dari salah seorang jemaah yang menulis bahwa dirinya setiap pagi di sekolah diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Sekolah ana tiap pagi ada waktu untuk menyanyi lagu kebangsaan (Indonesia Raya), apa yang harus ana lakukan soalnya jika ana tidak lakukan nanti ditegur guru-guru,” kata Ustaz Khalid membacakan pertanyaan jemaah itu.

Khalid pun lalu memnyarankan agar tak usah ikut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia tersebut. “Gak usah ikut (menyanyikan). Saran saya gak usah ikut!” tegas Ustaz Khalid Basalamah.

“Tentunya ini bukan barerti kita melawan, tetapi saya membahas saran saya. Saya kan ditanya, kalau saya gak usah ikutlah,” tuturnya.

“Mungkin kalau dia lagi nyanyi, antum ulangi Surat Al-Falaq, An-Nas,” ujarnya.

Hal itu lalu membuat intelektual Nahdlatul Ulama, Ayang Utriza Yakin, melalui akun Twitter-nya @Ayang_Utriza memperingatkan dan menyuruh Ustaz Khalid Basalamah pindah ke Arab Saudi.

“Tadz, jika tidak mau menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya & menolak mencintai negera & bangsa ini, silahkan pindah ke Saudi Arabia, tempat & sumber Salafi-Wahabi yang Anda sebarkan di NKRI ini!" tulis Ayang, dikutip pada Selasa 25 Mei 2021.

Menanggapi pernyataan itu, soal pengusiran dari Indonesia, Ustaz Khalid di Youtube Deddy Corbuzier bilang kalau bahasa tersebut provokatif.

"Saya rasa itu bahasa provokatif. Dalam arti kata, masa sampai sejauh itu?" beber Ustaz Khalid.

Ia pun mengandaikan, jika dalam suatu upacara ada orang yang suka lagu dangdut, sementara saat itu lagu 'Indonesia Raya' sedang dilantunkan oleh peserta upacara.

"Lagi nyanyi Indonesia Raya, dia nyanyi dangdut sendirian, ini contoh saja. Karena dia pikir saat itu dia lagi tidak mood, lalu lagu ini (dangdut) yang dia lantunkan," terang Ustaz Khalid.

"Itu kan dia pribadi. Saya rasa dia pun tidak mungkin langsung 'oh berarti saya tidak mau indonesia raya selamanya'. Saya katakan kalau dia tidak mau, ya sudah, jangan diikutin. Pada saat itu, di tempat itu," tandasnya.