Megawati Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Unhan,, Warganet: Cara Puji Diri Sendiri dengan Cara 'Ilmiah'

ERA.id - Karya ilmiah Megawati yang berjudul Kepemimpinan Presiden Megawati Pada Era Krisis Multidimensi, 2001-2004 menjadi sorotan di media sosial seperti Twitter.

Warganet menganggap karya ilmiah Megawati itu justru lebih memuji diri sendiri saat menjadi presiden.

"Cara puji diri sendiri dengan cara "ilmiah"," tulis akun @sociotalker sembari mengunggah bagian halaman depan karya ilmiah Megawati, Senin (7/6/2021).

Akun @sociotalker juga menandai sejumlah kalimat yang menunjukkan bahwa Mega tengah memuji dirinya sendiri dalam karya ilmiah tersebut.

Dia melingkari merah Megawati yang ada di judul dan juga nama penulisnya yang merupakan Megawati sendiri. Dia pun menandai sejumlah kalimat di mana Megawati sang penulis memuji Presiden Megawati.

"Walaupun dalam masa pemerintahan yang rekatif singkat, kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri berhasil mengatasi sebagian besar krisis multidimensi yang dihadapi Indonesia saat itu. Salah satu kontribusi penelitian ini adalah mengeksplisitkan aspek-aspek yang melatarbelakangi pengambilan keputusan strategis pada era 2001-2004, yang diharapkan bisa berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan saran praktis dalam rangka proses penyusunan perencanaan dan kebijakan strategis lembangunan, baik tataran suatu negara maupun global." bunyi kalimat dalam karya ilmiah Megawati tersebut.

Sementara itu, Rektor Unhan RI, Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR., CIQaR., IPU. mengatakan sidang senat akademik Unhan RI telah menerima hasil penilaian Dewan Guru Besar Unhan RI atas seluruh karya ilmiah Megawati Soekarnoputri sebagai syarat pengukuhan menjadi Profesor Kehormatan Ilmu Pertahanan bidang Kepemimpinan Strategik pada Fakultas Strategi Pertahanan.

Dijelaskannya, pemberian gelar itu juga tidak terlepas dari kepemimpinan Ibu Megawati dalam menghadapi krisis multi dimensi di era pemerintahannya.

“Unhan RI mencatat keberhasilan Ibu Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia,” ucapnya.

“Ibu Megawati menjadi presiden pertama perempuan di negara kita. Di era Ibu Megawati pertama kalinya diselenggarakan Pemilihan Umum Legislatif dan Presidensial secara langsung,” jelas Rektor Octavian.