Berdarah Arab, Gigi Hadid Merasa Dirinya Terlalu Putih

ERA.id - Supermodel sekaligus ibu satu anak, Gigi Hadid akhirnya terbuka tentang kehidupan barunya sebagai orang tua. Ia mengaku kesulitan saat harus berhadapan dengan warisan ras yang berbeda untuk anaknya. 

Saat menjadi sampul majalah THE NEW WORLDWi-DE ISSUE untuk iD, Gigi Hadid menjelaskan secara khusus bagaimana ia membesarkan anak dengan campuran ras. 

“Kami memikirkannya dan banyak membicarakannya sebagai pasangan dan itu adalah sesuatu yang sangat penting bagi kami, tetapi itu juga sesuatu yang pertama kali kami alami sendiri,”  kata Gigi, dikutip ET, Selasa (15/6/2021). 

Lalu, kata Gigi, ia dan Zayn Malik adalah generasi pertama dari ras campuran keluarganya. Di mana hal itu menjadikan mereka cukup kesulitan. Sebab secara tak langsung ia menjadi jembatan dari perbedaan ras untuk keluarga kecilnya sendiri. 

Bahkan orang tua Gigi dan Zayn tidak mengalami masa-masa seperti mereka. Sehingga dikatakan Gigi, kedua orang tuanya tidak bisa banyak membantu. 

“Itu bukan sesuatu yang orang tua saya alami atau mereka benar-benar dapat membantu saya melaluinya. Itu adalah sesuatu yang selalu saya pikirkan sepanjang hidup saya,” ungkapnya. 

Gigi adalah putri dari Yolanda Hadid (Belanda-Amerika) dan Mohamed Hadid (Palestina), sedangkan ayah Zayn, Yaser Malik, adalah warga Pakistan Inggris. Ibunya adalah Trisha Malik, keturunan Inggris dan Irlandia.

Gigi Hadid (Instagram)

Lahir dan menjadi pasangan di tengah ras Arab, Gigi merasa ia tidak cukup pantas mewakili ras Arab yang mengalir di darahnya. Hal ini disebutkan Gigi lantaran ia merasa kulitnya terlalu putih. 

“Dalam situasi tertentu, saya merasa atau saya dibuat merasa bahwa saya terlalu putih untuk membela bagian dari warisan Arab saya. Anda menjalani hidup mencoba mencari tahu di mana Anda cocok secara rasial,” ujarnya.

Namun di sisi lain, terkadang Gigi merasa bisakah ia mendapat keuntungan dari hak istimewanya berkat kulit putih. 

Meski pun pada akhirnya Gigi dan Zayn sepakat untuk membicarakan masalah ras itu bersama dengan putrinya, Khai. Ia tidak akan memaksakan putrinya terkait ras atau pun apa yang ada di dalam diri Khai. 

“Saya pikir Khai akan tumbuh dengan perasaan bahwa dia bisa atau ingin menjadi jembatan untuk etnisnya yang berbeda,” ungkapnya. 

“Akan menyenangkan untuk melakukan percakapan seperti ini dengan Khai suatu hari nanti, dan lihat dari mana dia berasal (dengan) itu, tanpa kita menempatkan itu padanya,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, Gigi Hadid menegaskan ia akan menyukai apa pun yang datang dari Khai saat nanti sudah dewasa. Ia juga dengan senang hati bisa menambah atau menjawab pertanyaan yang akan diberikan Khai nanti.