Isu Ganjar Maju Capres 2024 dari Partai Lain, PDIP Sebut Bukan Keputusan Partai

ERA.id - Ketua Dewan Kehormatan PDI Perjuangan Komarudin Watubun membantah partainya memperbolehkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo maju sebagai calon presiden dari partai lain. Menurutnya, kabar tersebut bukan keputusan partai, melainkan hanya pendapat pribadi dari salah satu kader.

"Tidak ada. Itu bukan keputusan partai. Itu mungkin pendapat pribadi," ujar Komarudin di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6/2021).

Komarudin menegaskan, tidak mungkin partai mau menyerahkan kadernya begitu saja ke partai lain. Namun, apabila itu pendapat pribadi tidak dilarang, hanya saja jangan dianggap sebagai sikap partai.

"Masa partai mau menyuruh kadernya untuk dicalonkan dari partai lain, itu partai apa itu. Itu inisiatif (pendapat) pribadi lah," kata Komarudin.

Lebih lanjut, Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan, keputusan apa pun mengenai partai termasuk kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 adalah hak prerogatif Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal itu sesuai mandat Kongres PDIP pada Agustus 2019 lalu. "Kewenangan ketum untuk memutuskan hal-hal yang bersifat penting dan strategis untuk kepentingan bangsa dan bernegara," kata Komarudin.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PDI Perjuangan Bambang Wuryanto mempersilahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk pindah partai apabila berminat untuk pindah. Hal ini menanggapi peluang Ganjar dipinang partai lain untuk maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Bambang lantas menyinggung nama mantan kader PDIP Rustriningsih. Untuk diketahui, Rustriningsih yang juga mantan Bupati Kebumen ingin maju menjadi Gubernur Jawa Tengah, namun PDIP tak memberi restu dan memilih Ganjar untuk maju sebagai calon gubernur.

Tak lama, Rustriningsih keluar dari PDIP, pada Pilpres 2014 dia mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, berkebalikan dengan PDIP yang mengusung Joko Widowo-Jusuf Kalla.

"Ya monggo, kalau orangnya mau, monggo. Sudah banyak contoh kok," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/5/2021).