Jokowi Mohon Masyarakat Tinggal di Rumah, Petinggi Partai Kok Ngumpul Bareng?

ERA.id - Jakarta sedang dalam keadaan zona merah Covid-19. Meski begitu, masih banyak masyarakat yang belum taat protokol kesehatan.

Uniknya, soal prokes, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni, dengan percaya diri mengunggah foto berkumpulnya dengan beberapa petinggi partai termasuk Arsul Sani.

Dalam foto itu, mereka semua lengkap dengan masker. Ada juga beberapa orang yang melepas maskernya saat berkumpul di sebuah halaman.

"Reuni TKN Jokowi - Ma'ruf Amin. Makan malam bersama dengan kawan-kawan seperjuangan."

"Tentu dengan prokes seketat mungkin," tulis Raja Juli dalam akun Twitternya.

Saat mengunggah foto tersebut, netizen pun berang. Banyak yang menilai, tulisan "prokes seketat mungkin" dari Raja adalah hal yang konyol.

Alasannya, mereka memilih berkumpul dan makan bareng, foto bersama, sambil menyebut dirinya taat protokol kesehatan.

"Celah penularan terbesar adalah kumpul2 sambil ngopi dan makan bareng. Ngga mungkin ngga buka masker. Jadilah teladan, jangan jadi badut dadakan," tulis @greyzone9.

Ada juga netizen yang berkomentar kalau "prokes seketat mungkin" yang dimaksud Raja adalah jarak antar lutut para petinggi tersebut sekitar 10 senti.

"Oh sekarang tau ukuran "prokes seketat mungkin" itu jarak antar lutut sekitar 10cm lebih dikit. Oke pak, makasih infonya. Katampi pisan," tulis @POG_94.

Raja Juli Antoni dan pendukung TKN Jokowi-Ma'ruf (Dok. Raja Juli Antoni)

Protokol kesetahatan ala Raja juga dibandingkan dengan ketatnya baju Spiderman. "Padahal foto bs akting dulu “eh pake maskernya, nanti dikomen netijen.” ini malah buka aib sendiri pake caption “prokes seketat mungkin”. lebih ketat bajunya spiderman dari prokesmu," tulis @SupirPete2.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh masyarakat agar segera melakukan vaksinasi bila sudah mendapat jatah.

"Jika sudah ada kesempatan mendapat vaksin, segera ambil, jangan ada yang menolak," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (23/6/2021).

Presiden mengingatkan bahwa agama apapun tidak ada yang menolak pemberian vaksin COVID-19.

"Ini demi keselamatan kita. Vaksin merupakan upaya terbaik yang tersedia saat ini," tambah Presiden.

Alasannya adalah karena pemerintah menargetkan tercapainya kekebalan komunitas untuk mengatasi pandemi COVID-19.

"Maka sebelum itu (kekebalan komunitas) tercapai, kita harus tetap berdisiplin dan menjaga diri terutama memakai masker. Saya minta satu hal yang sederhana ini, tinggallah di rumah jika tidak ada kebutuhan mendesak," ungkap Presiden.