Heboh, Dokter Lois Owien Nyatakan Nagita Slavina Bakal Jadi Janda Seperti BCL Usai Raffi Ahmad Disuntik Vaksin, Netizen Langsung Emosi

ERA.id - Sosok dokter Lois Owien yang menyatakan tidak percaya Covid-19 ternyata sempat menyebut Nagita Slavina akan menjadi seorang janda. Hal itu disampaikan lewat unggahan di media sosialnya.

Dalam unggahan yang dibagikan oleh dokter Lois pada 18 Februari 2021, ia menyebut Nagita Slavina bakal menjadi janda karena suaminya, Raffi Ahmad menerima suntikan vaksin Covid-19, yang disebutnya sebagai vaksin flu.

"Rafi Ahmad ini sudah di suntik Vaksin FLu kan?? Ingat suami BCL?? Nah...bisa kejadian mendadak seperti itu," tulis Lois di keterangan.

Lalu, kata Lois, penyuntikan vaksin itu membuat Raffi Ahmad menyimpan etil mercry dan formaldehid di dalam tubuhnya. Hal itu disebut berbahaya oleh Lois bagi kesehatan bapak satu anak itu.

Apalagi bila Raffi Ahmad rajin mengkonsumsi susu yang tinggi kalsium dan juga obat penurun kolesterol. Dengan mengkonsumsi obat dan susu itu lah yang menyebabkan nantinya Nagita Slavina akan menjadi seorang janda.

"Begitu rajin minum susu calsium dan obat penurun kolesterol (Statin,Lipitor)Maka...

istrinya akan jadi Janda kembang," ujarnya.

Unggahan Lois itu disinyalir melihat kondisi Raffi Ahmad yang ditunjuk sebagai perwakilan milenial untuk menerima vaksin dari pemerintah.

Namun di sisi lain netizen yang melihat unggahan itu menilai Lois sudah sangat keterlaluan. Sebagai seorang dokter, tak sepantasnya Lois menuliskan hal itu.

"Emgnya bu dokter tuhan yg bisa nentuin seseorang kapan meninggal?Omongan tuh do'a lho," tulis @dindaifani****.

"Ada gitu dokter kaya gini," timpal @prade****.

"Ini gimana sih kog lulusan doker kayak paranormal wkwk, terus kalo saya makan kerang, minum obat mati nggak dok," ujar @miesu****.

Nama dr Lois belakangan ini memang viral lantaran ucapannya di acara Hotman Paris viral. Di mana ia mengatakan puluhan ribu orang yang meninggal yang terjadi bukanlah karena Covid-19.

Lois menyebut kematian dengan angka yang tinggi setiap harinya disebabkan interaksi obat yang terjadi di dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, pemberian obat untuk pasien corona juga memiliki jumlah yang sangat banyak.

"Itu karena interaksi antar obat. Kalau misalnya bapak buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari enam macam," kata Lois di acara Hotman Paris.