Saat Mahfud MD Mengeluh: Sekarang Harta dan Jabatan Tak Berguna, Semua Harus Antre Masuk RS

ERA.id - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, kondisi rumah sakit yang penuh pasien COVID-19 seiring melonjaknya kasus positif membuat harta dan jabatan menjadi tak berguna.

Sebab harta dan jabatan tak akan berpengaruh saat ini jika ingin mendapatkan perawatan COVID-19 di rumah sakit. Mahfud mengatakan, siapapun yang terpapar virus harus mengantre karena kondisi rumah sakit penuh akibat peningkatan kasus.

"Sekarang harta dan jabatan semuanya enggak ada gunanya. Karena sekarang sudah pada antre di rumah sakit, enggak dapat tempat," kata Mahfud dalam kegiatan Silaturahmi Virtual Keagamaan se-Jawa Barat yang ditayangkan di YouTube Istiqomah TV, Minggu (25/7/2021).

Mahfud mengatakan, masyarakat dari kelas ekonomi atas maupun pejabat juga tidak bisa seenaknya membayar paling mahal untuk mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan saat dinyatakan positif COVID-19. Karena, semua tempat tidur yang ada di rumah sakit sudah digunakan oleh pasien yang lebih dulu masuk.

"Mau bayar paling mahal, enggak bisa. Ini sudah ditempati orang rumah sakitnya," tegas Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga menyebut masyarakat tak bisa melakukan perawatan di luar negeri seperti di Singapura maupun Amerika. Tentu kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya saat pandemi COVID-19.

"Banyak uang mau berobat ke luar negeri enggak bisa juga, mau berobat ke luar negeri enggak bisa. Kalau dulu orang punya uang mau ke Jerman, Singapura, Amerika tinggal milih. Kalau sekarang enggak bisa di sana ditutup di sini penuh," ungkapnya.

Sehingga, dalam kondisi seperti ini Mahfud mengingatkan semua pihak tanpa terkecuali tokoh agama harus bersatu dan punya kesadaran untuk menghadapi pandemi COVID-19. Apalagi tantangan yang disebabkan karena penyebaran virus ini belum diketahui pasti kapan akan berakhir.

"Dalam situasi pandemi di mana kita menghadapi tantangan yang cukup berat bahkan cukup lama dalam membangun kesadaran umat dan masyarakat sangat dibutuhkan. Peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan sebagainya sangat dibutuhkan," ujar Mahfud.