6 Tips Untukmu yang Tertarik Berkarier di e-Commerce, Salah Satunya Nego Gaji

ERA.id - Industri e-Commerce di Indonesia semakin memperlihatkan ketangguhannya seiring dengan penetrasi internet yang semakin kuat, serta perkembangan arus teknologi dan informasi digital yang semakin canggih.

Dengan kemudahan yang ditawarkan e-Commerce, mulai dari pencarian produk, add-to-cart, hingga pembayaran, semuanya dapat dilakukan hanya dengan sentuhan ujung jari, serta proses kreatif digital di baliknya menjadikan industri ini sangat menarik bagi generasi muda yang rata-rata sudah digital-savvy.

Tak heran bila industri e-Commerce menarik minat dari banyak generasi muda, khususnya Gen-Z, untuk berburu kesempatan kerja di sana.

Nah, kalau minat bekerja di e-Commerce, berikut beberapa tips dari Samuel Ray, seorang profesional Human Resources (HR) yang juga adalah Senior Manager, Employer Branding di Lazada Indonesia berdasarkan rilis dari Lazada yang diterima ERA pada Minggu (1/8/2021)

1. Pahami kualifikasi dari posisi yang hendak dilamar

Ilustrasi perempuan (Foto: Pexels/Christina Morillo)

Coba refleksikan dirimu dan cari tahu keahlian apa yang harus kamu tingkatkan demi bisa mendapatkan posisi yang kamu inginkan. Meski butuh waktu dan usaha, tetaplah bersemangat dan terus tingkatkan kemampuanmu. Percayalah, waktu dan usahamu ini akan menjadi investasi

karir yang tidak akan kamu sesali.

2. Susun resume atau curriculum vitae (CV) sebaik mungkin

CV menjadi kesan pertama dari setiap pelamar. Tim HR di perusahaan ternama biasanya menerima ratusan bahkan ribuan CV setiap bulannya. Mereka tentu tidak punya waktu untuk membaca CV yang panjang. Susun CV-mu dengan singkat namun jelas dan bisa menjelaskan seluruh pengalamanmu. Sebaiknya gunakan layout yang sederhana sehingga CV-mu mudah di-skim atau dibaca cepat oleh tim HR.

3. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk wawancara

Ilustrasi pria (Foto: Unsplash/Sebastian Herrmann)

Saat mendapat undangan untuk wawancara, cari tahu mengenai perusahaan e-Commerce yang kamu tuju, termasuk informasi atau berita terkini tentang perusahaan tersebut. Dengan demikian kamu bisa lebih siap bila ada pertanyaan terkait.

Selain itu, pelajari juga soal industrinya karena pengetahuan ini bisa menjadi nilai tambah. Kamu juga bisa mencari tahu tentang profil orang yang akan mewawancarai kamu. Pengetahuan tentang pewawancara bisa kamu gunakan, misalnya untuk mempersiapkan pertanyaan yang relevan dengan latar belakang pewawancara, atau sekedar untuk melempar bahan pembicaraan demi mencairkan suasana. Tampaknya sepele, tapi percayalah, tips ini biasanya berhasil menarik perhatian si

pewawancara.

4. Bersikap jujur dan tetap menjadi diri sendiri

Saat wawancara, kamu bisa menampilkan diri sebagai orang yang percaya diri, mau belajar dan siap menjadi bagian dari tim di perusahaan tersebut. Namun, tetaplah menjawab setiap

pertanyaan dengan jujur, bersikap sewajarnya, dan tetap menjadi diri sendiri.

Pewawancara atau rekruter sesungguhnya akan lebih menghargai calon karyawan yang jujur akan kekuatan dan kelemahan dirinya sebagai tanda pengenalan akan diri. Siapa tahu dengan memahami kekuatan dan kelemahanmu, kamu justru bisa ditawarkan posisi yang lebih sesuai dengan kemampuanmu!

5. Pertimbangkan penawaran gaji dengan bijak

Ilustrasi perempuan (Foto: Unsplash/Amy Hirschi)

Saat kamu telah berhasil melewati rangkaian wawancara dan mendapatkan penawaran gaji, pertimbangkan dengan matang. Jumlah gaji yang akan kamu dapatkan setiap bulannya memang penting, namun jangan lupa, ada faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan juga.

Penawaran terkait asuransi atau fasilitas kesehatan, program pengembangan karir di perusahaan, dan kesempatan belajar langsung dari ahlinya termasuk hal-hal yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan.

Bisa jadi saat ini kamu mungkin belum mendapatkan gaji yang kamu inginkan saat ini, tapi dengan kesempatan belajar yang tersedia di perusahaan, nantinya karir kamu bisa melesat dengan cepat.

6. Sudah berhasil masuk e-Commerce pilihanmu? Jangan ragu untuk manfaatkan program dan fasilitas kantor untuk pengembangan diri

Bila kantor barumu punya program pelatihan, segera manfaatkan dan ikuti sebanyak mungkin program pengembangan diri yang ada. Kalau kemampuan kamu berkembang, tentu tidak hanya timmu yang mendapatkan keuntungan, tapi ini menjadi bekal pertumbuhan karirmu nanti.

Bahkan di saat kamu sudah berpindah kantor nantinya.