PDIP Kecewa Emil Dardak Terima Pinangan Demokrat-Golkar

Jakarta, era.id - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyesalkan sikap Emil Dardak maju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim 2018. Keputusan Emil mendampingi Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa tersebut dinilai tidak menghormati keputusan PDIP.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun mengakui, Emil memiliki potensi yang sangat baik menjadi seorang pemimpin di usianya yang masih 33 tahun.

“Bekal kecerdasan saja tidak cukup untuk maju sebagai pemimpin, tapi juga harus punya prinsip yang teguh," kata Komarudin di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Komarudin beranggapan, untuk menjadi kader partai sepatutnya atas dasar kesadaran diri. Keputusan Emil untuk maju Pilkada Jatim diusung partai Golkar dan Demokrat dinilai Komarudin berkaitan dengan moral dan etikanya sebagai kader PDIP.

"Jadi ini soal moral, soal etika berpolitik, bukan soal kecolongan atau tidak. Kalau mau masuk PDIP dengan kerelaan (ya) masuk, kalau mau keluar ya keluar saja, tapi ini kan soal etika. Masa orang apalagi mau jadi pemimpin begitu kan," tandasnya.

Komarudin menilai dari segi etika, tindakan Emil merupakan sebuah ketidakpantasan. Sebab, Emil sudah tercatat diusung PDIP namun kini mendapat kartu tanda anggota (KTA) partai lain.

Diketahui, Emil Dardak maju sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Timur 2018 diusung lima partai besar, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PPP.

Sebelumnya, Emil merupakan kader PDIP dan menjabat sebagai Bupati Trenggalek, Jawa Timur. Sejak diusung cawagub Jatim 2018, Emil diberi kartu tanda angota (KTA) Golkar sebagai salah satu partai yang mengusungnya dengan 11 kursi.

Tag: pilkada jatim 2018