Demi Diterima Uni Eropa, Pengungsi Rela Minum Sampo dan Telan Tembakau Rokok Hingga Overdosis

ERA.id - Pencari suaka yang ingin masuk ke Uni Eropa via Kroasia sengaja menenggak bahan-bahan berbahaya, dari tembakau, sampo, hingga opiat, agar polisi membawa mereka ke rumah sakit alih-alih mendeportasi mereka dengan paksa.

Cerita itu diangkat oleh Al Jazeera, Selasa, (17/8/2021), yang menggambarkan bagaimana pemerintah Kroasia menerapkan pengusiran sebelum pengungsi bisa mengurus ijin suaka. Langkah aparat ini berdampak pada ratusan pengungsi yang terdampar di perbatasan Kroasia setelah puluhan kali mencoba masuk ke Uni Eropa (UE).

Media tersebut menyebut para pencari suaka sengaja menyakiti diri agar dibawa ke rumah sakit, dan bisa menjadi alasan untuk mendapat izin. Namun, kebanyakan pengungsi yang melakukan hal tersebut adalah para wanita karena polisi Kroasi kurang bersimpati pada pengungsi pria yang sedang sakit.

"Saya pergi ke Kroasia untuk mencari suaka (bersama keluarga), dan saya menenggak empat butir Tramadol," sebut ibu tiga anak yang berasal dari Kurdish, Iran, melansir Al Jazeera. Ia tengah berada di Hadzin Potok, kota di Bosnia 2km jaraknya dari perbatasan masuk ke Kroasia.

Tramadol sendiri merupakan obat berbahan opiat - zat berkarakter candu- yang bisa mengakibatkan masalah pernafasan, kadang bisa fatal, bila diminum melebihi dosis normal, yaitu satu atau dua pil.

Bahan berbahaya yang biasa diminum para pengungsi untuk maksud tersebut misalnya opiat, pereda nyeri, obat tidur, tembakau rokok, hingga sampo, melansir Al Jazeera.

"(Pil) membuat badan saya terasa sakit, (dan saya merasa) pusing serta mual. Namun, saat polisi datang mereka masih mendesak kami pulang ke Bosnia," kata ibu tersebut.

Al Jazeera mengonfirmasi bukti stok Tramadol yang digunakan juga oleh pencari suaka lainnya. Beberapa orang mengaku memakan tembakau rokok atau meminum sampo, yang menurut banyak orang lebih aman daripada menenggak beberapa pil opiat.

Sikap nekat para pencari suaka ini diberanikan oleh keberhasilan para pencari suaka masuk ke Eropa setelah menelan tembakau rokok pada November lalu. Melansir Al Jazeera, seorang pengungsi berusia 33 tahun tak sadarkan diri setelah melakukan hal ini, namun, saat ia terbangun ia sudah ada di rumah sakit di Zagreb, ibu kota Kroasia.

Kini wanita tersebut, bersama suami dan dua putrinya, telah tinggal di Munich, Jerman, sebagai pencari suaka.

Dewan Pengungsi Denmark, salah satu organisasi pengelola migrasi di Bosnia, menyebutkan bahwa timnya memang sudah mendengar laporan mengenai taktik overdosis para pencari suaka. Namun, mereka mengaku tak memiliki data jumlah pengungsi yang nekat melakukan hal tersebut, dan berapa yang berujung fatal.

Organisasi Internasional untuk Isu Migrasi, yang menjalankan beberapa kamp pengungsi di Bosnia, tidak memberi komentar mengenai hal ini, demikian melansir Al Jazeera.