Strategi dan Tips Jualan Online di TikTok Biar Bisnis Viral dan Banjir Orderan

ERA.id - Memasuki kuartal akhir di tahun ini, para pelaku bisnis mulai melakukan kampanye pemasaran menyambut momen Mega Sales atau festival belanja lainnya.

TikTok, platform terdepan untuk distribusi video singkat, menjadi salah satu wadah yang bisa dipilih para brand, termasuk UKM, untuk merangkul lebih banyak audiens, bahkan meningkatkan penjualan.

Ada berbagai strategi yang dapat dilakukan para pelaku bisnis untuk di TikTok. Berikut adalah beberapa cara dan tips dari beberapa brand UKM yang sudah aktif melakukan pemasaran di platform ini berdasarkan rilis dari TikTok diterima oleh Era.id pada Minggu (29/8/2021)

1. Kenali target konsumen dan ceritakan produk serta promosi pada mereka secara menarik

Ilustrasi rekan kerja (Foto: Pexels/Fauxels)

Komunitas TikTok yang beragam memiliki ketertarikan yang berbeda-beda, mulai dari kecantikan, komedi, makanan, teknologi, dan lain-lain. Untuk dapat menarik perhatian konsumen di momen Mega Sales, memahami target audiens yang sesuai dinilai penting agar UKM dapat menyajikan informasi yang pas.

Nikita Wiradiputri, CEO Dear Me Beauty berbagi pengalaman tentang bagaimana brand UKM skin care ini membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk mengamati inspirasi konten dari target konsumen yang akan disasar.

"Setelah mengetahui target konsumen mana yang kami sasar, langkah selanjutnya adalah memanfaatkan custom audience targeting di TikTok, agar konten pemasaran yang kami sajikan bisa ditonton oleh audiens yang tepat," lanjutnya.

Strategi serupa juga dilakukan oleh Acome, brand UKM kategori elektronik, saat Harbolnas tahun lalu. "Dengan cara ini, video kami bisa ditonton dengan efisien, atau kira-kira selama delapan detik oleh target audiens kami," kata Alex Wei Hu, Online Retail Director, Acome Indonesia.

Sementara itu, Dear Me Beauty juga melakukan custom audience targeting dengan range yang lebih luas. Mereka berhasil mendapat traffic sebanyak 92 ribu kunjungan ke halaman akun mereka, dan meningkatkan penjualan hingga 60 persen selama kampanye Harbolnas 12.12 berlangsung.

"Untuk menyajikan konten yang relevan dengan audiens, pelaku bisnis juga perlu mengeksplorasi tren-tren yang sedang terjadi di TikTok dan melibatkan brand mereka menjadi bagian dari trend tersebut. Tiap minggunya, pasti ada tren-tren baru di TikTok yang memberi ruang untuk pelaku bisnis dan calon konsumen berbagi kebahagiaan dengan format video singkat," kata Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia mengatakan,

2. Maksimalkan solusi periklanan yang ada untuk capai target bisnis

Setiap bisnis memiliki tujuan yang berbeda-beda, berdasarkan skala bisnis, kategori produk, serta perjalanannya menembus pasar. Oleh karena itu, solusi periklanan TikTok memberikan kemudahan untuk UKM mencapai tujuan bisnisnya dengan sistem pengaturan budget iklan yang fleksibel. Dengan budget iklan yang disesuaikan, UKM dapat meningkatkan awareness, menaikkan traffic, hingga membangun engagement dengan memainkan berbagai kanal iklan TikTok.

Brand UKM Acome, menyarankan penggunaan In-Feed Ads dengan budget yang bisa disesuaikan untuk mengerahkan traffic ke marketplace selama momen Mega Sales, berdasarkan pengalaman mereka saat Harbolnas 12.12 tahun lalu.

"Setelah mendapatkan brand awareness, tahap selanjutnya adalah driving traffic ke marketplace yang sedang ramai dengan promo Mega Sales juga. Dengan banyak dan mudahnya audiens masuk ke marketplace melalui konten TikTok, Acome bisa menghasilkan penjualan dua kali lipat di bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya," tutur Sitaresti Astarini, Head of Business Marketing, TikTok Indonesia.

"Melalui solusi bisnis berupa fitur dan layanan yang ada di TikTok For Business, kami menyaksikan bagaimana  UKM berhasil meningkatkan penjualan di TikTok dengan menjangkau konsumen secara kreatif. Mereka mempelajari dan memaksimalkan fitur yang ada, untuk mencapai kebutuhan bisnis mereka," lanjutnya.

3. Gandeng konten kreator untuk menjangkau audiens yang lebih luas

Ilustrasi konten kreator (Foto: Pexels/Ivan Samkov)

Bagi konsumen, informasi dan pengalaman dari orang lain bisa menjadi faktor penentu dalam membeli suatu produk. Di TikTok, hal ini biasa dilakukan oleh kreator konten yang mengulas berbagai produk, mulai dari makanan hingga produk kecantikan. Dear Me Beauty memberikan tips kepada brand UKM lainnya untuk bekerjasama dengan kreator konten untuk melakukan review produk dengan cara yang otentik dan kreatif, seperti yang pernah mereka terapkan selama periode Harbolnas tahun lalu di TikTok.

"Brand kecantikan sering dikaitkan dengan konten yang serba di-edit. Melalui TikTok, kami justru merasa ulasan jujur dan otentik adalah cara yang tepat untuk memasarkan produk kami, sekaligus kami juga bisa bersenang-senang melakukannya," kata Nikita Wiradiputri, CEO Dear Me Beauty.

"Hasil dari kolaborasi ini berhasil meningkatkan brand awareness kami dengan mendapatkan 7,2 juta reach dari target audiens, melalui konten seputar review dan tips pemakaian produk," lanjutnya.