Lagi, Jokowi 'Main' Lempar Barang dari Atas Mobil Demi Rakyat di Wajo Sulsel

ERA.id - Presiden Joko Widodo datang lagi ke Provinsi Sulawesi Selatan. Kali ini, ia menyambangi Kabupaten Wajo.

Di sana, ia meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng. Di tengah aktivitasnya, Jokowi tak lupa melemparkan baju dari atas mobilnya.

Seakan aktivitas itu menjadi kebiasaan, netizen pun langsung menyorotinya. Adapun video pelemparan barang oleh Jokowi itu terekam oleh video dan diunggah akun twitter @Daeng_Info.

"Warga menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Kab. Wajo hari ini (9/9), Jokowi dijadwalkan meresmikan Bendungan Passeloreng di Kab. Wajo, Sulsel," tulis Daeng Info.

Video itu langsung direspons akun Twitter @taufik_A14. "Kenapa harus dilempar di'?"

Belum diketahui Jokowi melancarkan aksi lempar barang tersebut di jalanan mana. Namun yang pasti, dalam video yang terekam, para warga berbicara memakai logat khas Bugis.

Untuk diketahui, Jokowi sendiri meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis.

Dalam peresmian tersebut, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Wajo Amran Mahmud, dan pejabat terkait lainnya.

"Bendungan Paselloreng menelan biaya Rp771 miliar dan sudah dilengkapi dengan bendung irigasi Gilireng yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulawesi Selatan sebagai lumbung pangan nasional," tambah Presiden.

Menurut Presiden, untuk mencapai ketahanan pangan sangat membutuhkan suplai air.

"Air itu akan ada, kalau kita memiliki sebanyak-banyaknya bendungan, sehingga bisa menyediakan suplai air secara kontinu dan berkelanjutan," ungkap Presiden.

Dengan kapasitas tampung 138 juta meter kubik serta luas genangan 1.258 hektare, Bendungan Paselloreng, menurut Presiden, mampu mengairi sawah seluas 8.500 hektare.

"Kita harapkan dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam yang mungkin dari satu bisa jadi dua atau tiga (kali) sehingga bisa meningkatkan produktivitas lahan dan kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani," tambah Presiden.

Sementara, Bendung Gilireng yang terletak di Desa Arajang, Kabupaten Wajo, menelan anggaran Rp199 miliar.

Bendung Gilireng dapat menjadi sumber air untuk irigasi yang akan disuplai dari Bendungan Passelloreng. Bendung Gilireng memiliki lebar 50 meter dengan debit intake sebesar 16,34 meter kubik per detik.