Bertambah 9 Orang, RSDC Wisma Atlet Kini Merawat 464 Pasien Covid-19

ERA.id - Sebanyak 464 pasien terkonfirmasi positif virus corona (COVID-19) masih dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran hingga Selasa (21/9/2021), bertambah sembilan orang bila dibandingkan pada Senin (20/9) yang sebanyak 455 pasien.

"Pasien bertambah 9 orang," kata kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Kolonel Marinir Aris Mudian di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Aris mengatakan pasien yang masuk berasal dari wilayah DKI Jakarta. Para pasien COVID-19 itu dirawat di tower 4, 5, 6 dan 7. Para pasien itu dirawat dengan gejala ringan.

Dengan hanya 455 pasien yang dirawat, maka kapasitas RSDC Wisma Atlet Kemayoran yang mampu menampung 7.937 pasien, tersisa 7.437 tempat tidur yang kosong.

Sementara itu, untuk jumlah pasien sejak 23 Maret 2020 hingga 21 September 2021, sebanyak 127.848 orang pasien terdaftar. Sebanyak 127.384 orang pasien telah keluar dengan rincian 125.759 pasien dinyatakan sembuh, 1.029 pasien dirujuk ke RS lain dan 596 orang meninggal dunia.

Untuk RS Darurat Wisma Atlet Pademangan jumlah pasien rawat inap sebanyak 4.914 orang hingga Selasa. Angka itu berkurang 26 orang dibandingkan Senin (20/9) sebanyak 4.940 orang. Para pasien itu dirawat di tower 8,9 dan 10.

Sebelumnya Koordinator Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono menyatakan sarana isolasi terpusat juga memberi layanan kesehatan dan pendampingan medis kepada pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan sehingga mereka yang bergejala sedang dan berat dapat dirawat di RS rujukan.

Mayjen Tugas mengajak semua pihak untuk terus menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. Menurutnya kewaspadaan dengan cara mematuhi protokol kesehatan 5M adalah hal terpenting agar kasus COVID-19 tidak kembali naik.

“Saya sudah lebih dari setahun di sini. Dari data-data, jika ada kelengahan dalam menjalankan protokol kesehatan, pasti pasien yang datang meningkat. Jumlah pasien di Wisma Atlet ini menggambarkan secara akurat kondisi pandemi COVID-19,” jelas Tugas.