Survei SMRC: Pemilih PKS, Gerindra, dan Demokrat Percaya Isu Kebangkitan PKI

ERA.id - Saiful Mujani Research Center (SMRC) merilis survei terbaru mengenai sikap publik terhadap isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) berdasarkan basis pemilih politik.

Hasilnya, responden dari basis pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Demokrat cenderung percaya terhadap isu kebangkitan PKI.

"Dari sisi partai, kita lihat bahwa massa pemilih PKS itu 34 persen, Gerindra 27 persen, dan Demokrat 26 persen yang cenderung lebih banyak setuju dengan pandangan bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI," ujar Manajer Program SMRC Saidiman Ahmad dalam rilis survei secara daring, Jumat (1/10/2021).

Sementara responden dari basis pemilih PDIP (93 persen), PPP (91 persen), dan PKB (88 persen) mayoritas tidak percaya dengan isu kebangkitan PKI di Indonesia.

Sedangkan dari basis pemilih calon presiden dan wakil presiden 2019, menurut Saidiman, masa dari pemilih pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang paling banyak percaya isu bahwa sekarang terjadi kebangkitan PKI.

"Yang percaya bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI lebih banyak pada masa pemilih Prabowo-Sandi yaitu 27 persen, dibandingkan dengan masa pemilih Jokowi itu hanya 9 persen," kata Saidiman.

Saidiman mengatakan, baik pemilih Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf Amin sebetulnya mayoritas cenderung tidak percaya isu kebangkitan PKI. Tapi, presentasenya pemilih Prabowo-Sandi masih lebih rendah dibanding pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dua-duanya sebetulnya mayoritas tidak setuju baik dari masa pemilih Prabowo-Sandi dan Jokowi. Tapi memang ada kecenderungan masa pemilih Jokowi itu cenderung banyak yang tidak setujunya ada 85 persen, sementara masa pemilih Prabowo-Sandi 72 persen," kata Saidiman.

Diketahui, survei ini dilakukan pada periode 15 September hingga September 2021 kepada responden warga Negara Indonesia yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak. Ada pun margin of error survei ini diperkirakan sekitar 3,19 persen dan tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen.