Bulan Oktober Mencekam, Sara Fajira Main Film Horor Lagi

ERA.id - Bulan Oktober akan menjadi bulan mencekam bagi penggemar film horor Tanah Air. Tiga film remaja bergenre horor berjudul Kabut, Aku Lupa Aku Luka,  dan Hompimpa secara serentak akan hadir di KlikFilm di bulan ini.

Film Kabut sendiri kembali dibintangi oleh artis pendatang baru yang namanya dikenal lewat single Lathi, Sara Fajira. Kali ini, Sara beradu akting dengan aktor remaja Kevin Ardilova. Selain itu, film Aku Lupa Aku Luka dibintangi oleh Shalsabilla Adriani, Junior Roberts, Dewa Dayana, dan Jerome Kurnia. Sedangkan film Hompimpa dibintangi oleh Kenny Austin, Zoe Jackson, dan Bianca Hello.

Indra Gunawan yang mendapat kesempatan menyutradarai film Kabut, mengaku senang, meski awalnya ada ketakutan terhadap cerita yang diangkat film ini."Ini adalah film.pertama saya bergenre horor. Isunya juga sangat sensitif, tentang ideologi yang sudah dilarang dinegeri ini. Saya ga nyangka aja produser bisa menerima cerita ini. Sempat sih ada ketakutan apakah akan lulus sensor atau akan terjadi kontroversi. Tapi saya happy bisa menyutradarai film ini," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sutradara film Aku Lupa Aku Luka, Dyan Sunu Prastowo mengaku mendapat tantangan baru saat menyutradarai film ini."Ini adalah sebuah pengalaman baru, karena baru pertama kali saya menyutradarai film bergenre horor. Bersyukur tidak ada kendala selama syuting. Terus terang, saya penasaran dengan film Aku Lupa Aku Luka," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Era.id.

Memerankan tokoh gadias desa yang lugu bernama Mira, Sara Fajira mengaku mendapatkan tantangan yang besar di film Kabut." Ini adalah film ke dua aku yang bergenre horor. Di film ini aku merasakan sebuah tantangan yang besar, karena disini ada efek-efeknya dan make upnya juga tidak biasa.

Sementara itu, Kevin Ardilova mengaku tertarik untuk terlibat di film Kabut, karena ceritanya yang tidak biasa." Saat baca skenarionya, saya langsung tertarik untuk terlibat di film ini. Dan ternyata, bermain sama Sara Fajira. Terus terang tidak sulit membangun chemistry dengan Sara, karena orangnya baik ya," ujar Kevin.

Pemeran film Aku Lupa Aku Luka, Shalsabilla mengaku tidak mengalami kesulitan untuk membangun chemistry dengan lawan mainnya." Ini adalah film pertama saya bermain dengan Junior. Tapi, karena kami seumuran, kami tidak mengalami kesulitan membangun chemistry. Begitu juga denga  pemain lainnya, Dewa Dayana dan Jerome. Kami sudah seperti teman saja saat syuting," ungkapnya.

Sementara itu, Junior Roberts mengaku tidak mengalami hal-hal yang menyeramkan saat syuting film Aku Lupa Aku Luka." Mungkin karena kamu syutingnya berempat, jadi tidak mengalami hal yang aneh-aneh. Syukur, selama syuting, semuanya lancar," terangnya.

Film Kabut, Aku Lupa Aku Luka dan Hompimpa, akan tayang di KlikFilm pada tanggal 8 Oktober 2021, pukul 19.00 wib. Sebelum menyaksikannya, berikut sinopsi ketiga film tersebut.

Kabut

Cerita bermula saat Joni dan Jupri sedang mengangkut box-box ayam ke dalam pikap, beberapa ekor ayam lepas dari box dan membuat mereka agak terlambat untuk berangkat mengantar pesanan ayam. Hari sudah gelap dan mereka baru jalan meninggalkan kawasan peternakan. Hampir setengah malam melintasi kawasan pedesaan, sunyi dan sepi. Jupri dan Joni belum juga mendapatkan alamat yang sesuai.

Sinyal mulai susah dan tidak bisa menggunakan akses GPS . beberapa orang yang ditanya malah membuat mereka makin tersesat, hingga tak ada lagi jalan aspal. Mobil pelan-pelan melewati jalan tanah terjal hingga menembus hutan-hutan bambu, sampailah mereka di sebuah kampung. Kampung kecil, hanya sedikit rumah yang terlihat, karena tengah malam, semuanya sudah tertutup rapat. Joni dan Jupri memarkir mobilnya di sebuah rumah tua yang berhalaman cukup luas untuk parkir mobil.

Di depan rumah itu terdapat tulisan Rumah Jagal dengan bentuk tulisan yang sudah kusam, catnya mengelupas. Joni dan  Jupri memutuskan untuk istirahat di situ. Tak lama Joni sudah terlelap, sementara Jupri  masih gelisah tak bisa tidur mendengar Joni mengorok. Baru hendak memejamkan mata, Jupri melihat sekelebatan sosok misterius melintas di samping rumah. Jupri membangunkan Joni , namun Joni tak percaya dan melanjutkan tidur. Jupri makin gelisah, pelan-pelan membuka pintu mobil dan turun karena kebelet kencing. Jupri menjauh dari mobil dan membuang hajat. Tiba-tiba sosok misterius itu kembali muncul tepat di atas pohon, sosok itu laki-laki berambut panjang bertelanjang dada dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Jupri lari pontang-panting menuju mobil, tapi di dekat mobil sudah muncul sosok misterius lain yang menghalanginya masuk mobil. Sosok itu laki-laki berpeci, wajahnya juga penuh luka, tangannya menggenggam pisau besar  dengan darah segar yang masih menetes.

Aku Lupa Aku Luka

Cerita film Aku Lupa Aku Luka diawali pada suatu malam di dalam hutan yang gelap seorang wanita (Laura, 24 tahun) menyeruak keluar dari dalam tanah. Tubuhnya kotor dan terluka. Dia tidak tahu kenapa dia terkubur,

bahkan dia tidak ingat siapa dirinya. Yang dia tahu, dia harus kabur mencari pertolongan. Hingga akhirnya dia menemukan jalan raya dan menghentikan sebuah mobil yang dikendarai Rey (28 tahun).

Hompimpa

Angel, Jena, Niko, Ririn, dan Lili merupakan sahabat masa kecil yang memiliki hobi

bermain hompimpa dan kejar-kejaran. Saat duduk di Sekolah Dasar, mereka berlima

mengikuti studi lapangan yang diadakan oleh sekolah untuk mengunjungi sebuah  danau. Namun mereka tidak tahu bahwa perjalanan ini justru mengarahkan mereka ke sebuah bencana besar dalam hidup mereka. Saat sedang bermain hompimpa, Angel dan Jena tidak sengaja tergelincir ke dalam danau. Dua anak yang tidak bisa berenang ini berusaha untuk menyelamatkan diri. Angel, yang diajarkan oleh ibunya yang kasar untuk selalu memikirkan kebaikan dirinya sendiri, melakukan apapun yang dia bisa agar dia bisa selamat. Hal ini termasuk menarik dan menendang Jena demi bisa naik ke atas permukaan air.

Niko, Ririn, dan Lili berusaha membantu, namun sayangnya mereka hanya berhasil menyelamatkan Angel. Jena pun tenggelam dan meninggal dunia. Pada hari itu, Angel, Niko, Ririn, dan Lili berjanji untuk tidak menceritakan kejadian mengerikan itu pada siapapun. Tujuh tahun kemudian, keempat sekawan ini sudah duduk di bangku SMA. Saat sedang merayakan ulangtahun Ririn yang ke-17, mereka semua mendapat pesan dari nomor yang tidak dikenal, mengakui dirinya sebagai Jena. Orang yang tidak diketahui ini meminta mereka berempat untuk berkumpul di sebuah gudang terbengkalai setelah pulang sekolah. Karena penasaran, mereka menuruti kemauan dari orang ini.

Namun ini adalah pilihan yang salah, karena kini mereka tidak bisa lari dari perbuatan mereka lagi. Mereka dipaksa untuk mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah mereka lakukan tujuh tahun lalu.