Penampakan Puan Panas-panasan Tanam 8 Hektare Lahan Jagung Bareng Jokowi di Sorong Papua

ERA.id - Ketua DPR RI Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Sorong, Papua Barat, salah satu kegiatannya menanam jagung bersama para petani.

Puan Maharani dalam keterangannya diterima di Jakarta Senin, mengatakan bahwa kegiatan menanam jagung di kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Klamesen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Senin (4/10/2021).

Disebutkan pula bahwa seluas 8 hektare lahan yang ditanami jagung pada hari ini dari target 40 hektare yang akan ditanami bibit jagung secara bertahap.

Puan juga ikut mendampingi Jokowi saat berbincang dengan para petani jagung.

Setelah menebar bibit, Puan bersama Jokowi dan Mentan Syahrul Yasin Limpo membeli jagung rebus di warung pinggir jalan milik warga di dekat lokasi penanaman bibit.

"Enak ini. Dibungkus juga, ya, yang mateng aja," kata Puan kepada penjual sambil menjajal jagung rebus.

Sambil jajan jagung, perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut pun menyempatkan menyapa warga.

Puan juga meladeni permintaan foto bareng sejumlah warga.

Warga juga mendoakan Puan selalu sehat dan berharap bisa bertemu kembali pada masa mendatang.

Mengenai kegiatan menanam jagung bersama petani, Puan berbicara mengenai diversifikasi pangan. Hal ini mengingat beragamnya jenis pangan Indonesia yang seharusya membuat asupan makan masyarakat Indonesia juga beragam.

"Seperti jagung yang saat ini ditanam bersama-sama. Semoga ini mengingatkan banyak orang bahwa di Indonesia itu nasi bukan satu-satunya. Ada yang lain, seperti jagung, kentang, dan sagu yang mengandung karbohidrat," kata Puan.

Ia menjelaskan bahwa jagung menyehatkan karena kaya vitamin B6 dan B9 yang berfungsi meningkatkan metabolisme pada tubuh sehingga asupan energi lebih lancar.

"Apalagi, jagung bisa dibuat macam-macam jenis olahan, baik itu dibakar maupun direbus seperti yang saya makan bersama Bapak Presiden dan Bapak Mentan," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Puan memberikan apresiasi kepada para petani jagung yang terus berupaya membantu terciptanya ketahanan pangan.

"Tanpa petani, Indonesia tidak bisa berdaulat pangan. Oleh karena itu, DPR RI memberi perhatian besar bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani sebab di tangan mereka yang memberi makan kita semua," katanya.

Puan mengatakan bahwa petani merupakan profesi yang menyejahterakan banyak orang. Oleh sebab itu, dia berharap seluruh elemen bangsa bergotong royong menghasilkan solusi-solusi lebih secara menyeluruh untuk mengatasi berbagai masalah klasik pertanian, seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen.

Mantan Menko PMK itu pun berharap agar program Lumbung Pangan Nasional bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan, termasuk pada sektor tanaman jagung. Seperti diketahui, minimnya stok jagung menyebabkan stok pakan ternak terbatas sehingga menyebabkan harga tinggi.

"Kenaikan harga pakan ternak berdampak terhadap kenaikan harga ayam potong. Tentunya ini menjadi masalah untuk masyarakat, terutama dalam perekonomian yang masih belum stabil akibat pandemi COVID-19," ucap Puan.

Maka, Puan mendukung agar program lumbung pangan makin digencarkan di berbagai daerah.

"Hal ini tidak hanya membawa manfaat bagi petani, tetapi juga untuk rakyat secara keseluruhan," kata cucu Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Puan juga mendorong program petani milienal yang menjadi inisiasi pemerintah untuk mendukung sektor penggerak pertanian. Pemerintah saat ini tengah memberikan pelatihan dengan target menciptakan 2.000 petani milenial.

"Petani milenial akan membantu Indonesia mewujudkan ketahanan pangan. DPR RI juga mendukung berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil tani," ujar Puan.

Selain Puan, Jokowi didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada acara tanam jagung bersama petani di Sorong itu. Puan terlihat mengenakan kaus merah dengan jaket sporty hitam dan sepatu kets saat menaman bibit jagung memakai alat tanam khusus.