Mengenang Kisah Pentolan Demokrat Roy Suryo yang Lupa Lirik Lagu 'Indonesia Raya'

ERA.id - Politisi Demokrat yang juga mantan Menpora, Roy Suryo, memang unik. Usai terlempar dari kursi menteri, ia kini senang mengkritik pemerintah dan meladeni cuitan pegiat media sosial pembela pemerintah.

Namun ada sisi lain dari Roy yang bisa bikin kita miris, terpingkal, sekaligus mengurut dada. Ya, saat itu ada momen ia sedang bernyanyi 'Indonesia Raya', sayangnya ia lupa lirik.

Kejadian itu terjadi pada 2013 silam, semasa SBY masih menjadi presiden. Kejadian ini pun menjadi tamparan keras untuk ayah dari AHY saat itu.

Bagaimana tidak, sebab tingkah Roy, ia dan Demokrat jadi bulan-bulanan di Twitter. Namun bukan Roy kalau tak mampu mengklarifikasi.

Ceritanya, Roy bernyanyi 'Indonesia Raya' saat mencoba ikut menenangkan keadaan ketika terjadi kericuhan suporter di pertengahan babak pertama pertandingan Persija vs Persib di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Saat itu, tingkah Roy disorot kamera televisi yang sedang siaran langsung, "Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku..."

"Di sanalah..." sampai situ, ia bungkam sejenak, lalu melanjutkan lagi lirik yang terpotong "... tanah airku...."

Semestinya, lirik itu dilanjutkan dengan "Aku berdiri, jadi pandu ibuku..."

Usai kejadian ini, netizen Twitter langsung berujar kalau sekelas menteri saja sampai lupa dengan lirik lagu kebangsaan.

Tak lama setelah kejadian itu ia membuat sebuah pernyataan melalui akun twitter-nya:

"Tweeps Yth, Tadi ada "insiden" saat Mendamaikan Supporter Persija-Persib Menyanyikan Lagu Indonesia Raya karena mengikuti Flow. Mohon Maaf."

Dikutip dari detikcom, Roy mengatakan, dirinya tidak lupa, melainkan mengikuti penonton yang nyanyi belakangan.

"Memang keadaannya saat itu, saya berusaha untuk ambil sikap dan berbicara dengan panpel (panitia pelaksana) pertandingan. Alhamdulliah, kita berhasil menggulirkan pertandingan, meski ada insiden, karena manusia tidak ada yang sempurna," tutur Roy.

"Saya awalnya turun ke lapangan mencoba berusaha untuk menenangkan massa. Dan salah satu yang saya lakukan adalah mengajak mereka bernyanyi. Tapi ternyata ada perbedaan pada permulaan lagunya. Indonesia tanah air, tanah tumpah darahku, di sanalah.... Nah yang di sana itu, flow-nya baru mulai, dan paling keras, akhirnya saya mengikut.

"Jadi bukan (karena salah lirik). Itu karena (ada suara) di sana paling kencang. Dengarkan saja rekamannya. Tapi, setelah itu saya mencoba mengajak nyanyi lagi bersama-sama dan itu clear semuanya. Sayangnya, video yang di-upload cuma yang salahnya saja," tandansya.