Bom Bunuh Diri Serang Jemaah Salat Jumat, Taliban: 33 Orang Tewas

ERA.id - Serangan bom kembali terjadi di Afghanistan, Jumat (15/10/2021).

Aksi bom bunuh diri ini terjadi ketika warga Afghanistan sedang melaksanakan solat Jumat di Masjid Bibi Fatima, masjid terbesar bagi jamaah Syiah di kota Kandahar, Afghanistan.

Menurut keterangan pejabat Taliban, aksi bom bunuh diri itu menewaskan 33 orang dan melukai 74 orang lainnya. Serangan tersebut terjadi hanya berselang seminggu setelah aksi serangan bunuh diri terhadap jamaah Syiah di sebuah masjid di kota utara Kunduz.

"Informasi awal kami menunjukkan itu adalah seorang pembom bunuh diri yang meledakkan dirinya di dalam masjid. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk mencari tahu lebih banyak," kata seorang pejabat Taliban setempat, dikutip AFP, Jumat (15/10).

Seorang saksi mata mengatakan bahwa dia mendengar tiga kali ledakan, satu di pintu utama masjid, dua lainnya meledak di dalam masjid. Saksi lainnya mengatakan ada empat orang terduga pembawa bom bunuh diri yang meledakkan bom di gerbang utama, dan dua lainnya lari ke dalam masjid yang dipenuhi dengan jamaah.

Saat kejadian diketahui jumlah jamaah yang berada di masjid untuk mejalankan solat jumat mencapai 500 orang. Setelah kejadian tersebut banyak foto yang tersebar di media sosial yang menunjukkan orang tewas dan terluka yang tergeletak di lantai masjid.

"Tembakan dimulai setelah kami mengakhiri salat. Kemudian terjadi dua atau tiga ledakan. Banyak orang, mati syahid dan terluka, terbaring di sana. Saya tidak tahu apa yang terjadi kemudian," kata warga setempat Ahmadullah, dikutip NDTV, Jumat (15/10/2021).

Setelah kejadian bom bunuh diri itu, banyak korban berjatuhan yang mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit. Seorang dokter di rumah sakit pusat di kota Mirwais mengatakan 33 mayat dan 74 orang terluka sudah dibawa ke rumah sakit sampai saat ini.

"33 mayat dan 74 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit kami sejauh ini. Kami kewalahan. Terlalu banyak mayat dan orang yang terluka dibawa ke rumah sakit kami," kata salah satu dokter tersebut.

Lalu, kata dokter itu, pihak rumah sakit mengharapkan banyak warga yang datang dan mendonorkan darahnya untuk para korban. Sebab stok darah di rumah sakit tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan para korban ledakan bom bunuh diri.

Sementara itu juru bicara Kementerian Dalam Negeri Qari Sayed Khosti turut prihatin atas insiden yang terjadi di Kandahar. Apalagi ledakan bom itu terjadi di distrik utama kota Kandahar dan menelan banyak korban jiwa.

"Kami sedih mengetahui bahwa sebuah ledakan terjadi di sebuah masjid persaudaraan Syiah di distrik pertama kota Kandahar di mana sejumlah rekan kami menjadi martir dan terluka," kata Khosti dalam cuitannya di media sosial.

Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun kemungkinan besar dalang di balik aksi bom bunuh diri itu tak lain adalah Islamic State-Khorasan (IS-K), cabang lokal dari Kelompok Negara Islam (ISIS).

Kandahar adalah kota terbesar kedua di Afghanistan dan tempat kelahiran spiritual Taliban, sehingga serangan di kota oleh IS-K - yang sangat memusuhi Taliban akan menjadi signifikan.

IS-K sendiri merupakan sebuah kelompok Muslim Sunni, yang paling ekstrim dan kejam dari semua kelompok militan jihad di Afghanistan. Kelompok tersebut telah menargetkan pasukan keamanan Afghanistan, politisi, dan kementerian Afghanistan, Taliban, minoritas agama termasuk muslim Syiah dan Sikh, pasukan AS dan NATO, dan badan-badan internasional, termasuk organisasi bantuan.