Bisa Membuat Orang Meninggal Dunia, 7 Tanaman Ini Paling Mematikan di Dunia

ERA.id - Selain mempercantik rumah, tanaman hias bisa membuat rumah semakin sejuk dan dipercaya membawa energi positif bagi penghuninya. Namun, siapa sangka di balik tanaman hias yang cantik. Ternyata ada beberapa tanaman hias yang beracun hingga menyebabkan kematian.

Salah satu kasusnya adalah tanaman Deadly Nightshade yang bisa memakan korban anak-anak hingga dewasa. Maka dari itu, sebaiknya kamu berhati-hati dalam memilih tanaman yang beracun. Berikut 6 tanaman hias beracun, seperti dilansir Britannica.

1. Water Hemlock

Water homlock (Foto: Instagram/@ravenofsummer)

Tanaman water hemlock telah dianggap sebagai "tanaman paling beracun di Amerika Utara. Water Hemlock diresapi dengan cicutoxin yang bisa mematikan, terutama di akarnya. Dengan cepat menghasilkan gejala yang berpotensi fatal pada siapa pun yang kurang beruntung untuk memakannya. Kejang-kejang yang menyakitkan, kram perut, mual, dan kematian adalah hal biasa, dan bisa bertahan hidup sering menderita amnesia atau tremor yang berlangsung lama.

2. Deadly Nightshade

Deadly Nightshade (Foto: EquiSearch)

Menurut legenda, tentara Macbeth meracuni orang Denmark yang menyerang dengan anggur terbuat dari buah deadly nightshade yang mematikan. Memang, manisnya memikat anak-anak dan orang dewasa, sehingga tanpa disadari untuk mengonsumsi tanaman mematikan ini. Berasal dari daerah berhutan atau limbah di Eurasia tengah dan selatan, nightshade yang mematikan memiliki daun hijau kusam dan buah beri hitam mengkilap seukuran buah ceri.

Deadly Nightshade  mengandung atropin dan skopolamin di batang, daun, beri, dan akarnya, dan menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot tubuh tidak disengaja, termasuk jantung. Bahkan kontak fisik dengan daun dapat menyebabkan iritasi kulit.

3. White snakeroot

White snakeroot (Foto: Instagram/@iawildflwr)

White snakeroot adalah tanaman mematikan asal Amerika Utara dengan kelompok bunga putih kecil di atasnya dan mengandung alkohol beracun yang dikenal sebagai trematol. Tidak seperti tanaman mematikan lainnya yang menelan tanaman secara langsung, Nancy Hanks yang malang diracun hanya dengan meminum susu sapi yang merumput di tanaman itu.

Baik daging maupun susu dari ternak yang diracuni dapat menularkan racun tersebut ke konsumen manusia. Gejala "keracunan susu" termasuk kehilangan nafsu makan, mual, kelemahan, ketidaknyamanan perut, lidah memerah, keasaman darah yang tidak normal, dan kematian. Untungnya para petani sekarang menyadari bahaya yang mengancam jiwa ini dan melakukan upaya untuk memindahkan tanaman dari padang rumput hewan.

4. Kacang Jarak

Kacang jarak (Foto: Instagram/@sdnhm)

Banyak ditanam sebagai tanaman hias, biji jarak adalah tanaman asli Afrika. Sementara biji yang diproses adalah sumber minyak jarak, mereka secara alami mengandung racun risin dan mematikan dalam jumlah kecil. Hanya dibutuhkan satu atau dua biji untuk membunuh seorang anak dan delapan biji untuk membunuh orang dewasa. Ricin bekerja dengan menghambat sintesis protein di dalam sel dan dapat menyebabkan muntah parah, diare, kejang, dan bahkan kematian.

Racun itu digunakan pada tahun 1978 untuk membunuh Georgi Markov, seorang jurnalis yang berbicara menentang pemerintah Bulgaria, dan telah dikirim ke beberapa politisi AS dalam upaya terorisme yang gagal. Sebagian besar kematian adalah hasil dari konsumsi yang tidak disengaja oleh anak-anak dan hewan peliharaan.

5. Kacang Rosario

Kacang Rosario (Foto: Instagram/@bright_jaan)

Kacang Rosario juga disebut kacang jequirity, biji yang diberi nama saleh ini mengandung abrin, protein penghambat ribosom yang sangat mematikan. Kacang rosario berasal dari daerah tropis dan sering digunakan dalam rosario perhiasan dan doa. Sementara bijinya tidak beracun jika utuh, biji yang tergores, pecah, atau dikunyah bisa mematikan.

Hanya dibutuhkan 3 mikrogram abrin untuk membunuh orang dewasa, kurang dari jumlah racun dalam satu biji, dan dikatakan banyak pembuat perhiasan telah jatuh sakit atau mati setelah secara tidak sengaja tertusuk jari saat bekerja. Seperti risin, abrin mencegah sintesis protein di dalam sel dan dapat menyebabkan kegagalan organ dalam empat hari.

6. Oleander

Oleander (Foto: Instagram/@greenffink)

Digambarkan oleh Pliny the Elder di Roma Kuno, oleander adalah tanaman indah yang dikenal dengan bunganya yang mencolok. Meskipun umumnya ditanam sebagai pagar dan hias, semua bagian tanaman oleander mematikan dan mengandung glikosida jantung mematikan yang dikenal sebagai oleandrin dan neriine.

Jika dimakan, oleander dapat menyebabkan muntah, diare, denyut nadi tidak menentu, kejang, koma, dan kematian, dan kontak dengan daun dan getahnya diketahui dapat mengiritasi kulit bagi sebagian orang. Memang, racun dalam oleander begitu kuat sehingga orang menjadi sakit setelah makan madu dibuat oleh lebah. Untungnya, kematian akibat keracunan oleander jarang terjadi, karena tanaman ini sangat pahit dan dengan demikian dengan cepat menghalangi siapa pun untuk mengambil sampel vegetasi.

7. Tembakau

Tembakau (Foto: Instagram/@kraigseder)

Tembakau adalah tanaman non-makanan komersial yang paling banyak ditanam di dunia. Semua bagian tanaman, terutama daunnya mengandung alkaloid beracun nikotin dan anabasin, dan bisa berakibat fatal jika dimakan. Terlepas dari penunjukannya sebagai racun jantung, nikotin dari tembakau dikonsumsi secara luas di seluruh dunia dan bersifat psikoaktif dan adiktif. Penggunaan tembakau menyebabkan lebih dari 5 juta kematian per tahun, menjadikannya sebagai tanaman paling mematikan di dunia.