Usai Diprotes China Soal Laut Natuna, Indonesia dan AS Perdalam Kerja Sama Keamanan Maritim

ERA.id - Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk bekerja sama di bidang maritim hingga 2026.

Kesepakatan kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada Selasa (14/12/2021) di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Retno Marsudi mengatakan nota kesepahaman itu mencakup kerja sama keamanan maritim, sumber daya kelautan, konservasi dan pengelolaan perikanan serta keselamatan dan navigasi maritim.

"Guna perkuat kerja sama di bidang keamanan, kita sepakat membentuk mekanisme dialog 2+2 Kemlu dan Kemhan di tingkat Pejabat Senior," jelas Retno Marsudi

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony Blinken menyebut kerja sama yang dilakukan Indonesia merupakan bukti langkah kedua negara memperkuat hubungan di bidang yang menurutnya sangat penting dan akan berdampak terhadap kehidupan warga negara AS-Indonesia. 

Seperti diketahui, kerja sama ini dilakukan usai Indonesia mendapatkan protes dari China untuk menghentikan pengeboran di Laut Natuna Utara beberapa waktu lalu.

China menganggap Laut Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan merupakan wilayah historisnya

Laut China Selatan sendiri saat ini menjadi wilayah yang cukup panas dengan adanya adu kekuatan antara China dengan AS beserta sekutunya.

Semakin panasnya wilayah tersebut lantaran China dengan klaim sembilan garis putus-putus atau nine dash line menyebut Laut China Selatan adalah wilayah historisnya.

Sejumlah negara ASEAN pun bersengketa dengan China karena klaimnya itu.