Kabur Usai Cabuli Muridnya, Ustaz Eks Anggota FPI di Tangerang Tak Disukai Warga Sekitar: Dianggap Sok Suci hingga Suka Minta Sumbangan..

ERA.id - Ahmad Saifulloh, guru ngaji di Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, kabur setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Tangerang Kota. Pria yang dikenal sebagai eks Ketua Ranting FPI Cipete itu diduga telah mencabuli dua orang muridnya perempuannya.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim. Ia mengatakan Saifulloh kabur usai dua kali mangkir dari panggilan polisi terkait penetapan status tersangkanya.

"Info terakhir tersangka kabur dari rumah," ujarnya Senin, (20/2/2021).

Rachim mengatakan jajarannya kini tengah melakukan pencarian Saifulloh. "Sedang dilakukan pencarian," jelasnya.

Sedangkan terkait adanya informasi bahwa tersangka merupakan eks ketua FPI, Rachim mengaku tidak mengetahuinya. "Saya enggak monitor," imbuhnya.

Saifulloh dijerat dengan Pasal 83 UU RI No 7 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang No 1 tahun tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No 23 tahun 2002 tentang tentang perlindungan anak.

Iming-iming ditansfer ilmu

Untuk diketahui, peristiwa pencabulan itu terjadi pada Maret 2021. Awalnya korban yang berusia 16 tahun diminta Saifulloh ke rumahnya. Kemudian sesampainya di rumah pelaku, korban ditelanjangi dan terjadilah aksi pencabulan.

Korban pun hanya bisa pasrah dan tak melawan saat Saifulloh melakukan aksi bejatnya. Saifulloh berdalih bahwa aksinya tersebut merupakan upaya transfer ilmu serta perlindungan. Namun, hal itu tak sampai pada aksi persetubuhan.

Tindakan bejat Saifulloh ini pun terjadi beberapa kali. Selain dicabuli, korban juga diminta untuk mandi kembang di saung belakang rumahnya tanpa mengenakan baju alias telanjang bulat.

Ilustrasi (Foto: Antaranews)

Korban juga sempat diminta untuk memegang kemaluan Saifulloh. Dengan polosnya, korban langsung menuruti perintah sang guru sembari menutup matanya.

Selain itu, korban juga pernah diminta untuk melakukan panggilan video saat tengah mandi. Namun, hal tersebut tak dituruti korban.

Aksi bejat Saifulloh juga dilakukan kepada teman korban yang berusia 15 tahun. Dalihnya pun sama, ingin diberikan ilmu dan perlindungan.

Tidak disukai warga

Ketua RT O2 Edy Supriadi mengaku tak mengetahui keberadaan warganya tersebut. Kata dia, Saifulloh memang memang kerap mengadakan kegiatan pengajian. Namun, kabar dia melakukan tindak asusila baru diketahui setelah kasus ini mencuat.

Edy menyebut Saifulloh sempat menjadi anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) ranting kelurahan Cipete, sebelum akhirnya dibubarkan Pemerintah.

"Dulu dia (Saiful) itu ranting dari FPI di wilayah Cipete ini, tapi enggak tau sekarang masih atau enggak, soalnya FPI sendiri sudah bubar kan," kata Edy.

Hal dikuatkan dengan sering datangnya orang beratribut FPI ke rumah Syaifullah. "Waktu pengajian ke rumahnya itu, saya juga sempat liat atribut-atribut FPI punya dia, misalnya bendera berlogo FPI," imbuhnya.

Ilustrasi anggota FPI. (Anto/ERA.id)

Kemudian Edy juga menambahkan, bahwa Saiful tidak disukai oleh warga sekitar, karena perilaku Saiful menunjukan dirinya seakan-akan paling taat akan agama. Hal tersebut ditonjolkan Saiful dengan cara, mengirim broadcast undangan pengajian pada grup warga dengan penggunaan bahasa yang keras.

Selain itu, Saiful juga melampirkan sebuah nomor rekening pada pesan berantai yang dikirimkannya. Namun demikian, Edy menilai dengan sikap Saiful seperti itu, justru membuat warga menjadi semakin tidak menyukai dirinya.

Hal tersebut terbukti dengan Saiful yang tidak diperbolehkan oleh warga sekitar menjadi imam salat di setiap masjid dan musala di lingkungan tersebut.

"Dia sering ngirim broadcast undangan pengajiannya di grup warga, tapi bahasanyanya tuh tinggi banget, seakan-akan dia paling suci lah gitu," tutur Edy.

"Tapi justru dengan sikap begitu warga semakin tidak suka sama dia, salah satu contohnya dia enggak diperbolehkan warga jadi imam salat berjemaah disini. Dia juga suka melampirkan nomor rekening kalau ngirim undangannya itu," sambungnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Doni, warga yang tinggal di sekitar rumah Saiful, yang mengatakan bahwa Saiful tidak akrab dengan para tetangganya.

Selain itu, Saiful sendiri juga sering mengusik kegiatan warga yang dinilainya tidak pantas dilakukan.

"Di disini enggak ada temannya, tetangga pada enggak suka sama dia karena sikapnya yang seakan-akan paling bener dan suci," tutur Doni.

"Dia juga suka marah kalau ngeliat warga yang kegiatannya menurut dia nggak bener, kaya kita lagi ngumpul ngobrol dikira dia malah kita mabuk-mabukan, itu kan justru jadi mengundang pertikaian karena kita nggak suka," ungkapnya.

Saifulloh diketahui memiliki sebuah tempat pengajian bernama, Majelis Taklim An-Nashir Asma Al Husna yang berlokasi di Jalan Sekretaris 2 RT 02/ RW 03, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Majelis itu terlihat berada pada sebuah gang kecil yang merupakan deretan dari beberapa kontrakan yang mana pada pintu gang tersebut terpampang nama pesantren milik Saiful.