Kabar Baik! Angka Stunting di Indonesia Tahun 2021 Turun 3,3 Persen

ERA.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

Menurut hasil studi menyebutkan, angka masalah gizi kronis (stunting) 2021 turun 3,3 persen.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, pada 2018, angka stunting mencapai 30,8 persen.

Sedangkan, pada 2019 turun menjadi 27,7 persen. Selanjutnya, pada 2021 kembali turun menjadi 24,4 persen.

"Secara umum, tren status gizi membaik dari tahun ke tahun. Kalau kita lihat tahun 2018, 2019, 2020 angka stuntingnya menurun. Saat ini menjadi 24,4 persen," tuturnya, dalam Launching Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), Senin (27/12/2021).

Menurutnya, sejak 2018 hingga 2019, Kementerian Kesehatan menemukan terjadi pergeseran kelompok usia dengan stunting tertinggi.

Pada 2018, kejadian stunting paling banyak terjadi pada anak usia 12 sampai 23 bulan. Sedangkan pada 2019, stunting cenderung terjadi pada usia 24 sampai 35 bulan.

"Di sisi lain, kelompok usia 0 sampai 5 dan 6 sampai 11 bulan, mengalami penurunan (stunting) dari 2018 dan 2019,” ucapnya.  

“Ini harus mendapat perhatian dengan memperhatikan penurunan kelompok umur tersebut, kita akan melakukan intervensi yang lebih akurat lagi," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Dante melaporkan, ada tiga provinsi yang memiliki angka stunting terendah pada 2021. Antara lain, Bali 10,9 persen, DKI Jakarta 16,8 persen, dan DI Yogyakarta 17,3 persen.