India Selidiki Situs Buatan Amerika yang 'Menjual' Wanita Muslim

ERA.id - Pemerintah India sedang melakukan penyelidikan terhadap salah satu situs web yang menjual wanita muslim. Kejadian ini merupakan kali kedua dalam waktu kurang dari setahun.

Situs web palsu yang digunakan untuk menawarkan wanita muslim dibuat di GitHub, platform pengkodean Amerika yang digunakan pengembang untuk membangun dan menghosting perangkat lunak. Situs itu diberi nama "Bulli Bai", sebuah frasa yang menggabungkan kata vulgar untuk 'penis' di India selatan dengan kata umum di India utara yang berarti 'pembantu'.

Mohammed Zubair, salah satu pendiri situs web pengecekan fakta India Alt News mengatakan, situs itu telah memposting foto 100 muslim, dan telah dia simpan buktinya sebelum dihapus.

Diketahui situs itu telah dihapus dan tidak ada indikasi bahwa itu memiliki kegunaan praktis selain menggunakan lelang palsu untuk melecehkan dan menjebak wanita muslim.

Pihak GitHub yang dimiliki oleh Microsoft (MSFT) mengatakan telah menghapus akun tersebut. Pihaknya mengklaim memiliki kebijakan terhadap konten dan perilaku yang melibatkan pelecehan.

"GitHub memiliki kebijakan lama terhadap konten dan perilaku yang melibatkan pelecehan, diskriminasi, dan menghasut kekerasan. Kami menangguhkan akun pengguna setelah penyelidikan laporan aktivitas semacam itu, yang semuanya melanggar kebijakan kami," kata seorang juru bicara, dikutip CNN, Senin (3/1/2022).

Zubair yang membantu polisi dalam melakukan penyelidikan menyebut di dalam situs itu beredar foto-foto peraih Nobel Pakistan Malala Yousafzai dan aktris terkemuka India Shabana Azmi.

Beberapa jurnalis dan aktivis di negara itu juga menjadi korban dan membagikan tangkapan layar dari situs tersebut setelah menemukan foto mereka tercantum di dalamnya.

Situs itu menyebabkan kemarahan di Twitter selama akhir pekan. Politisi dari partai oposisi mendesak Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa untuk mengambil tindakan terhadap pelecehan online dan penargetan perempuan Muslim.

"Untuk 'menjual' seseorang secara online adalah kejahatan dunia maya dan saya meminta polisi untuk mengambil tindakan segera," cuit pemimpin Kongres Shashi Tharoor.

"Para pelaku pantas mendapatkan hukuman yang patut diteladani & merendahkan," lanjutnya.

Pada hari Minggu (2/1/2022), menteri teknologi India Ashwini Vaishnaw mentweet bahwa pemerintah "bekerja dengan organisasi polisi di Delhi dan Mumbai dalam masalah ini."

Kejadian mengerikan ini bukan pertama kalinya menipa wanita muslim di India. Pada Juli lalu, lebih dari 80 foto wanita muslim, termasuk jurnalis, penulis, dan influencer diposting di aplikasi tiruan yang disebut Sulli Deals.

Nama itu merupakan istilah yang menghina wanita muslim yang biasanya digunakan oleh para Hindu sayap kanan. Para pengguna ditawari kesempatan untuk 'membeli' wanita di dalam lelang di situs yang juga dihosting di GitHub.

Pada saat itu, wanita Muslim mengatakan kepada CNN bahwa pelecehan online yang mereka hadapi adalah indikasi suasana hati terhadap Muslim di India sejak BJP nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada tahun 2014.

Dalam beberapa tahun terakhir, laporan kejahatan kebencian anti-Muslim telah meningkat, dan beberapa negara bagian yang diperintah BJP telah mengeluarkan undang-undang yang menurut para kritikus telah berkontribusi pada peningkatan polarisasi agama.