Ngeri, Perempuan Dikeroyok dan Disiram Air Keras oleh Temannya di Makassar

ERA.id - Seorang pelajar SMP di Makassar, Sulsel, berinisial RN (15) mesti menderita usai dikeroyok temannya dan dianiaya berulang kali lalu puncaknya disiram air keras.

Kejadian tersebut pada pekan lalu. "Iya, katanya dikeroyok, kepalanya sempat bocor dan bagian tubuhnya terluka bakar karena disiram air keras. Awalnya dipanggil semir rambut temannya, tapi dari belakang langsung dipukuli dari belakang," tutur Agustini, sebagai keluarga korban.

Kasus ini pun jadi bahan perbincangan di Makassar. Kini, kasusnya sudah diperiksa Unit Pelaksana Tugas (UPT) Perlindungan Perempuan Anak (PPA), Pemerintah Kota Makassar.

Kabarnya, korban juga diduga terlibat dalam dugaan penjualan manusia.

"Kami menduga korban human trafficking (penjualan manusia). Setelah kami telusuri dan menanyakan kronologis kejadian kepada keluarganya. Dari situ ditemukan beberapa anak terkumpul dari sejumlah daerah, selain Kota Makassar," ungkap Kepala Dinas PPA Makassar, Achi Sulaiman, Jumat (7/1/2022).

Saat ini korban RN sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, karena sekujur tubuhnya terluka bakar usai disiram air keras oleh pelaku, yang kini sedang diselidiki pihak kepolisian.

Adapun Achi bilang, dugaan kasus ini adalah penjualan manusia, sebab korban mengaku akan dibawa ke Kabupaten Sidrap, Sulsel, tapi tidak berhasil karena digagalkan keluarganya.

Untuk penanganan lebih lanjut, kata dia, PPA akan fokus dulu melakukan pendampingan dari segi kesehatan, karena korban terluka. Selain itu, upaya memperbaiki kondisi psikologis juga tetap dilaksanakan.

"Sementara ini dilakukan pendampingan korban yang dirawat di RSUD Daya. Kemudian disusul pendampingan psikolog agar bisa memulihkan traumatik pada korban," ujarnya menekankan.

Achi menambahkan, saat ia menemui korban pertama kali, terdapat luka bakar pada sekujur tubuhnya, termasuk ada luka di bagian muka, lengan dan bagian badan.

Saat itu, korban mengenakan pakaian secara tidak utuh, sebab dampak luka bakar yang belum kering di tubuhnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkapkan fakta sebenarnya. Siapa pelakunya, belum diketahui, karena masih diselidiki polisi," turut Achi.