Perang Rusia Vs Ukraina Memanas, Korea Utara Malah Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang

ERA.id - Korea Utara kembali menembakkan rudal balistik pada Minggu (27/2/2022) waktu setempat di tengah konflik perang antara Rusia dan Ukraina. Rudal balistik itu menjadi yang pertama kali dalam sebulan terakhir yang ditembakkan oleh Korea Utara.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) melaporkan bahwa Korea Utara telah menembakkan rudal balistik yang dicurigai ke arah laut di lepas pantai timur dekat Sunan sekitar pukul 07:52 waktu setempat.

"Rudal itu ditembakkan dari daerah Sunan di Korea Utara sekitar pukul 07.52 waktu setempat," kata JCS, dikutip CNBC, Senin (28/2/2022).

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan rudal balistik yang ditembakkan Korea Utara terbang sejauh 300 kilometer dan mencapai ketinggian maksimum 600 kilometer. Rudal itu mendarat di lepas pantai timur Korea Utara dan di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.

Sejauh ini tidak ada kerusakan pada kapal atau pun pesawat yang terjadi. Namun peluncuran rudal itu disebut tindakan yang tidak bisa dimaafkan.

"Jika Korea Utara dengan sengaja melakukan peluncuran rudal sementara masyarakat internasional terganggu oleh invasi Rusia ke Ukraina, tindakan seperti itu benar-benar tidak dapat dimaafkan," kata Kishi.

"Apa pun motifnya, peluncuran rudal berulang kali Korea Utara benar-benar tidak dapat dimaafkan dan kami tidak dapat mengabaikan kemajuan rudal dan nuklir yang cukup besar," tambahnya.

Penembakan rudal yang terjadi pada Minggu itu adalah yang pertama kali sejak 30 Januari 2022. Peluncuran ini juga dilakukan ketika dunia sedang fokus pada invasi Rusia ke Ukraina.

Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan (NSC) mengatakan peluncuran itu tidak diinginkan untuk stabilisasi perdamaian sementara dunia sedang mencoba untuk menyelesaikan perang Ukraina.

"Meluncurkan rudal balistik pada saat dunia sedang melakukan upaya untuk menyelesaikan perang Ukraina tidak pernah diinginkan untuk perdamaian dan stabilitas di dunia, kawasan, dan di Semenanjung Korea," kata pernyataan dari Gedung Biru kepresidenan Korea Selatan.

Uji coba senjata terbesar Korea Utara tercatat pada tahun 2017. Kala itu rudal Hwasong-12 dilaporkan telah terbang ke ketinggian sekitar 2.000 kilometer dan jangkauan 800 kilometer. Jangkauan itu mengakhiri rekor bulan peluncuran sebagian besar rudal jarak pendek pada Januari.

Peluncuran terbaru ini diketahui datang kurang dari dua minggu menjelang pemilihan presiden Korea Selatan pada 9 Maret mendatang. Di mana Korea Utara kemungkinan akan menjadi masalah pemilihan utama.

Bila kandidat konservatif Yoon Suk Yeol berhasil, para analis memperkirakan dia akan mengambil garis yang jauh lebih keras terhadap Korea Utara dibandingkan dengan Presiden Moon Jae-in saat ini.