Mantan Astronot NASA Saling Sindir dengan Kepala Ruang Angkasa Rusia, Ada Apa?

ERA.id - Mantan astronot NASA, Scott Kelly, terlibat saling sindir dengan kepala badan antariksa Rusia, Dmitry Rogozin. Keduanya terlibat percekcokan di media sosial tentang serangan militer Rusia ke Ukraina.

Pertengkaran antara Scott Kelly dan Dmitry Rogozin ini terjadi setelah Kelly diblokir di Twitter oleh Rogozin. Di mana hal itu disebabkan oleh kritik keras yang disampaikan Kelly tentang serangan militer Rusia ke Ukraina.

Bukan hanya itu saja, Kelly juga turut memberikan ancaman berulang ke Rogozin untuk menarik diri dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

"Minggir, bodoh! Jika tidak, kematian Stasiun Luar Angkasa Internasional akan menjadi tanggung jawab Anda," tulis Direktur Jenderal Roscosmos, Dmitry Rogozin.

Tak terima akan hal itu, Kelly pun memberikan tanggapan kepada Rogozin dalam bahasa Rusia. Kelly bahkan menilai perbuatan Rogozin layaknya seorang anak-anak.

"Dimon, kenapa kamu menghapus tweet ini? Tidak ingin semua orang melihat seperti apa kelakuan anak kecilmu?" balasnya.

Kelly merupakan astronot NASA yang terkenal dan telah menghabiskan satu tahun di luar angkasa. Ia menyatakan lewat Twitternya bahwa akan mengembalikan medali yang diberikan kepadanya di tahun 2011 oleh mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev.

"Tuan Medvedev, saya mengembalikan kepada Anda medali Rusia 'For Merit in Space Explorationa,' yang Anda berikan kepada saya," tulis Kelly.

"Tolong berikan kepada seorang ibu Rusia yang putranya tewas dalam perang yang tidak adil ini. Saya akan mengirimkan medali itu ke kedutaan Rusia di Washington. Semoga berhasil," lanjutnya.

Cuitan itu muncul sebagai tanggapan atas unggahan dari Medvedev yang mengucapkan 'Selamat Liburan' kepada para wanita.

Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari CNN, Kelly mengatakan bahwa dia merasa terdorong untuk berbicara setelah Rogozin membagikan video yang diproduksi Roscosmos. Pada video itu menunjukkan dua kosmonot Rusia mengambang di dalam stasiun ruang angkasa sambil melambaikan tangan kepada astronot NASA, Mark Vande Hei.

Diketahui dia seharusnya kembali ke Bumi bersama mereka yang berada di pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia pada 30 Maret.

"Jika dia akan bertinglah seperti anak kecil, maka saya akan memperlakukannya seperti anak kecil. Tidak terbayangkan bahwa program luar angkasa Rusia akan meninggalkan seseorang di luar angkasa," kata Kelly.

Lalu, kata Kelly, seharusnya keberadaan para astronot itu menjadi tanggung jawab Roscosmos untuk membawa pulang mereka secara bersama-sama. Namun sayangnya hal itu tidak dilakukan.

Meski pun kecewa akan hal itu, Kelly dengan cepat mempertimbangkan kembali setelah berkomentar bagaimana dia juga berpikir Rusia tidak mungkin meluncurkan invasi sekala penuh ke Ukraina.

Saat ini ada empat astronot NASA, dua kosmonot Rusia, dan satu astronot Badan Antariksa Eropa yang tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Tapi Vande Hei adalah satu-satunya astronot NASA yang ditampilkan dalam video Roscosmos yang dibuat-buat.

"Jika saya adalah dia, saya akan merasa seperti saya akan terus melakukan pekerjaan saya. Dan jika mereka (Roscosmos) ingin meninggalkan saya di sini, maka saya akan mencari jalan pulang lain," ucapnya.

Sementara itu pihak NASA memilih untuk tetap diam pada ancaman terbaru Rogozin untuk meninggalkan Vande Hei dan melepaskan segmen Rusia dari stasiun luar angkas.

Namun pekan lalu, NASA mengatakan tidak ada tanda-tanda Rusia menarik dukungannya dari Stasiun Luar Angkasa Internasional sebagai akibat dari sanksi Amerika Serikat.

"Kami tidak mendapatkan indikasi di tingkat kerja bahwa rekan-rekan kami tidak berkomitmen untuk operasi berkelanjutan di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kami sebagai tim beroperasi seperti kami beroperasi tiga minggu lalu," kata Kathy Lueders, administrator asosiasi NASA.