Ini Alasan Justin Bieber Batalkan Gugatan Pencemaran Nama Baik Atas Tuduhan Kekerasan Seksual

ERA.id - Justin Bieber telah membatalkan gugatan pencemaran nama baik terhadap dua wanita yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual di media sosial. Tuduhan itu mengacu pada kejadian di tahun 2014 dan 2015.

Pembatalan gugatan itu dilakukan oleh Bieber pekan lalu lewat pengacaranya. Di mana pengacara Bieber mengajukan mosi agar gugatan senilai 20 juta USD atau Rp287 miliar dibatalkan.

Tidak diketahui apa yang menjadi dasar pembatalan gugatan tersebut, termasuk kemungkinan perdamaian antara Bieber dengan kedua wanita yang menuduhnya telah terjadi.

Sebelumnya, penyanyi berusia 28 tahun itu dituduh melakukan pelecehan seksual oleh Khadidja Djibrine yang mengklaim Bieber telah menyerangnya pada dini hari tanggal 5 Mei 2015 di Hotel Langham di New York City.

Tuduhan lainnya dilayangkan oleh seorang wanita anonim bernama Danielle di Twitter. Tuduhan itu mengklaim pelantun "Yummy" itu melakukan pelecehan seksual padanya di hotel Four Seaseons di Austin, Texas, pada 9 Maret 2014.

Suami dari Hailey Baldwin itu telah membantah tuduhan pada tahun 2020 dengan mengatakan bahwa dia tidak tinggal di Four Seasons di tanggal yang dituduhkan.

Dia juga memberikan tangkapan layar dari berita yang menunjukkan di hari itu dia pergi bersama kekasihnya saat itu, Selena Gomez.

"Saya biasanya tidak membahas banyak hal karena saya telah berurusan dengan tuduhan acak sepanjang karir saya. Tetapi setelah berbicara dengan istri saya (Hailey Baldwin) dan tim, saya telah memutuskan untuk berbicara tentang masalah malam ini," tulisnya di Twitter saat itu.

"Rumor adalah rumor, tapi pelecehan seksual adalah sesuatu yang tidak saya anggap enteng," tambahnya.

Bieber pun kemudian mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai 20 juta USD (Rp287 miliar) terhadap kedua wanita tersebut.

Tuntutan pelantun "Ghost" itu menegaskan bahwa kedua penggugat 'secara curang merencanakan untuk mencari perhatian dan ketenaran secara jahat dengan memposting tuduhan tercela, bohong, palsu, memfitnah bahwa Justin Bieber terlibat dalam serangkaian serangan seksual'.

Menurut beberapa laporan, mediasi antara Bieber dan Djibrine tidak berhasil dan wanita kedua bernama "Danielle" tidak pernah ditemukan. Oleh karena itu, sidang sementara dijadwalkan pada Mei.

"Justin telah memutuskan untuk melanjutkan dan menolak kasus pencemaran nama baik yang diajukan pada tahun 2020," Evan Spiegel, seorang pengacara untuk Bieber, dikutip Sky News, Kamis (24/3/2022).