Serang Luhut, NasDem: Amien Rais Cinta Jokowi

ERA.id - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais mengkritik keras Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Kritikan itu terkait dengan wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai kritikan itu merupakan bentuk kecintaan Amien Rais kepada Presiden Joko Widodo.

"Bahwa Pak Amien Rais kecewa terhadap sikap Pak Luhut itu kan bentuk kecintaan Pak Amien terhadap Pak Jokowi," kata Ali kepada wartawan, Senin (184/2022).

Selain itu, Ali juga menilai kritikan kepada Luhut merupakan bentuk kekecewaan Amien Rais secara pribadi. Sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pemerintah.

Dia bilang, memang seharusnya seorang menteri jangan terlalu menonjolkan diri dan terkesan mendominasi pemerintahan. Sebab, tugas menteri adalah melaksanakan visi misi presiden.

"Saya pikir ya ini juga peringatan, koreksi juga, bahwa sebenarnya menteri itu tidak punya visi. Dia hanya melaksanakan visi misi daripada presiden. Jadi, sebaiknya memang menteri jangan terlalu menonjol," kata Ali.

"Terkesan sangat mendominasi, padahal itu hanya offer expectasi, menerjemahkan keinginan prrsiden menurut saya," imbuhnya.

Namun, terkait dengan permintaan Amien Rais agar Jokowi mencopot Luhut dari jabatannya, menurut Ali hal itu merupakan kewenangan kepala negara untuk mengevaluasi kabinetnya.

"Tapi di sisi lain, untuk mengevaluasi terhadap kabinet itu kan Pak Jokowi punya kewenangan," kata Ali.

Sebelumnya, Amien Rais melontarkan sejumlah kritikan keras kepada Luhut dan Jokowi. Dia menilai pemerintahan saat ini berubah menjadi rezim oligarki.

Amien juga menyebut Luhut telah menjadi musuh bersama masyarakat Indonesia, lantaran menyampaikan kebohongan soal klaim 110 juta orang mendukung penundaan pemilu 2024. Karenanya dia meminta Luhut mundur dari jabatannya sebagai menteri.

Apabila Luhut tak kunjung mengundurkan diri, Amien mendesak Presiden Joko Widodo untuk memecat Luhut. Sebabnya, Luhut hanya akan menjadi beban negara.

"kalau Luhut nekat dan sudah terjebak dengan narcissistic megalomania yang diidapnya, Pak Jokowi seyogianya memecat dia," kata Amien, Minggu (17/4).