Begini Kerusakan Atap Gedung DPR yang Mesti Diperbaiki Pakai Duit Rakyat Miliaran Rupiah

ERA.id - Kondisi atap gedung kura-kura di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, memprihantikan. Makanya DPR RI merogoh kocek Rp4,5 miliar dari kantong masyarakat, untuk menganggarkan pengecatan dan waterproofing.

Menurut Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, banyak bagian atap gedung kura-kura yang menggelembung dan retak-retak. Selain itu, bagian penyimpanan uap air mulai tersumbat. Sementara struktur beton bangunan tersebut juga sudah mulai ditumbuhi jamur.

"Karena itu adalah bangunan heritage yang harus kita rawat, banyak bagian-bagian yang menggelembung, kalau mau lihat bisa ikutan ke atas atap. Bagian gelembung kemudian dia menampung, gelembung itu kemudian mengelupas strukturnya banyak retakan-retakan," kata Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Adapun duit sebanyak Rp4,5 miliar, nantinya akan dibelikan cat, membayar tukang, dsb, yang intinya bakal dipakai mempercantik atap seluas 5.208 meter.

Bagaimana spesifikasi bahan yang akan dipakai DPR? Indra ogah merinci lebih jauh, ia hanya memastikan bahan yang dipakai ramah lingkungan.

"Secara teknis, bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang ramah lingkungan, kemudian mengacu pada green label sertifikat environmentally preferred," kata Indra.

Indra juga menjelaskan, proses pengecetan atap gedung kura-kura akan dilakukan dalam tiga tahap. Mulai dari pengupasan lapisan waterproofing, perbaikan atap beton, kemudian pelapisan waterproofing.

Indra mengatakan, saat ini pihaknya masih dalam tahap proses lelang untuk penyedia pengadaan pengecatan ulang atap gedung kura-kura.

"Pada saat ini kami dalam tahap proses pemilihan penyedia melalui lelang umum," pungkas Indra.