Bertemu dengan UNESCO di Paris, Gibran Pertanyakan Kotanya Tak Masuk Creative City Network

ERA.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memiliki beberapa agenda pertemuan saat melakukan lawatan dinas ke Paris, Perancis. Salah satunya bertemu dengan perwakilan dari UNESCO.

”Ketemu dengan UNESCO, kenapa dua kali gagal masuk dalam Creative City Network,” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo.

Ia mengatakan ada beberapa kesalahan dalam pengajuan proposal untuk jaringan kota kreatif dari UNESCO ini. Salah satunya fokus proposal yang diajukan beberapa waktu yang lalu dianggap salah.

”Makanya kemarin kami diberikan petunjuk (oleh UNESCO). Saya sudah bilang tahun depan kami akan mengajukan lagi,” katanya.

Selain itu Gibran akan berencana belajar dari beberapa kota lainnya yang sudah masuk dalam jaringan kota kreatif milik UNESCO ini. Empat kota yang sudah masuk dalam jaringan ini yakni Pekalongan, Ambon, Jakarta dan Bandung.  

Apalagi saat ini Solo sudah memiliki banyak portofolio, di antaranya yakni menjadi tuan rumah untuk event internasional.

”Portofolio kami sudah banyak, ada Asean Para Games (APG), akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-2022 dan kemarin kami di Paris,” katanya.

Terkait potensi yang akan ditonjolkan ke UNESCO, salah satunya yakni batik dan gastronomi. Selama ini saat ada berbagai macam event, Pemkot Solo tak henti-hentinya mengenalkan batik.

”Sebenarnya ada potensi dari gastronomi juga, tapi ternyata saingannya banyak. Makanya kami menginduk (belajar) ke empat kota yang sudah dapat saja. Tahun depan kami coba lagi,” katanya.

Sebagai informasi, Gibran bersama istrinya melakukan perjalanan dinas ke Paris, Perancis untuk mengenalkan potensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kota Solo pekan lalu.

Dalam perjalanan dinasnya ini ada beberapa agenda yang dilakukan, selain pameran dan bertemu dengan perwakilan UNESCO, Gibran juga bertemu dengan Duta Besar RI untuk Perancis, Andora, Monaco, dan UNESCO Mohamad Oemar.