Usai Lebaran, Jumlah Sampah di Jakarta Abnormal

Jakarta, era.id - Sampai hari ketiga lebaran, sampah di Jakarta belum normal. Tercatat, sampah di timbangan online Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sebanyak 4.082 ton dengan 756 rit truk sampah pada Senin (18/6/2018). 

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, rata-rata sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang saat kondisi normal berkisar 7.000-8.000 ton per hari dengan 1.300-1.400 rit truk sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji, mengatakan, jumlah yang belum normal ini lantaran sebagian warga Jakarta belum pulang dari mudik. 

Dia memperkirakan, puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7 sampai H+10, saat warga Jakarta yang mudik sudah kembali ke Ibu kota dan berakhirnya masa cuti bersama lebaran.

"Secara khusus kami siap mengantisipasi lonjakan sampah, terutama saat tukang-tukang gerobak sampah yang sempat mudik telah kembali bertugas," ungkap Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/6/2019).

Isnawa melanjutkan, akumulasi tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah di masing-masing rumah warga mulai dikirim oleh tukang gerobak ke Tempat Penampungan Sementara (TPS), sebelum dibawa ke TPST Bantargebang.

"Kami imbau para pengunjung dan pedagang untuk meletakan sampah di tempatnya. Petugas juga membagikan kantong wadah sampah kepada para pegadang kali lima," ucapnya.

Tepat pada hari pertama Lebaran, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang hanya 1.286 ton dengan 326 rit truk sampah. Kemudian, pada H+1 Idulfitri sebanyak 2.060 ton dengan 409 rit truk sampah dikirim ke Bantargebang, dan H+2 tercatat sebanyak 2.324 ton dengan 482 rit truk sampah.

Sebagai informasi, petugas kebersihan DKI Jakarta yang terdiri dari Petugas Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) di bawah kendali Dinas Lingkungan Hidup dan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di bawah komando Kelurahan tetap bertugas saat libur dan cuti bersama lebaran 2018. 

Tag: sampah pemprov dki jakarta lebaran