Pihak Pesantren di NTB Raba Dada Puluhan Santri Saat Tangannya Dicium, Mengerikan!

| 06 Jun 2023 11:23
Pihak Pesantren di NTB Raba Dada Puluhan Santri Saat Tangannya Dicium, Mengerikan!
Ilustrasi kekerasan seksual (Pixabay)

ERA.id - Polres Sumbawa Nusa Tenggara Barat, mendalami kasus dugaan pelecehan terhadap puluhan santriwati salah satu pondok pesantren yang berada di wilayah Labangka.

Kapolres Sumbawa AKBP Heru Muslimin mengaku kalau Satreskrim Polres Sumbawa mengumpulkan data dan bahan keterangan dengan mengklarifikasi sejumlah pihak yang mengetahui dan terlibat dalam dugaan kasus tersebut.

Terkait siapa saja yang masuk dalam rangkaian permintaan klarifikasi kepolisian, Heru memilih untuk tidak mengungkapkan ke publik. "Yang jelas sudah ada beberapa saksi yang kami periksa," ucapnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram Joko Jumadi turut menyampaikan bahwa pihaknya menaruh atensi terhadap kasus dugaan pelecehan yang muncul di Kabupaten Sumbawa tersebut.

"Teman-teman dari LPA (Lembaga Perlindungan Anak) di Sumbawa sudah memberikan pendampingan terhadap para korban. Kami dari sini (Mataram) juga tetap memberikan atensi khusus," kata Joko.

Joko pun menyampaikan bahwa dalam korban dalam kasus dugaan pelecehan ini berjumlah 29 orang dari kalangan santriwati. "Itu informasi awal dari LPA di Sumbawa," ujarnya.

Namun, cuma 27 dari 29 korban yang bersedia menjadi saksi dalam kasus tersebut. Joko memastikan 27 korban tersebut telah memberikan keterangan ke hadapan kepolisian.

"Memang ada 29 orang korbannya, tetapi yang sudah datang ke penyidik Polres Sumbawa untuk memberikan kesaksian itu baru 27 orang," ucap dia.

Joko menjelaskan modus pelecehan ini terjadi ketika santriwati mencium tangan pihak pondok pesantren. Kondisi itu pun diduga sengaja dimanfaatkan pihak psantren dengan meraba bagian dada korban.

"Jadi, modusnya hanya meraba bagian dada saja, tidak sampai ke aktivitas yang lain, tetapi itu juga sudah termasuk pelecehan," kata Joko.

Rekomendasi