Pemuda Katolik Gelar Diklatsar Paskokat III di Lampung, Kader Diajarkan Cintai Lingkungan

| 16 Jan 2026 19:44
Pemuda Katolik Gelar Diklatsar Paskokat III di Lampung, Kader Diajarkan Cintai Lingkungan
Paskokat Pemuda Katolik Gelombang III di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Jumat (16/1/2026). (Ist)

ERA.id - Pendidikan dan Pelatihan Dasar Pasukan Komando Katolik (Paskokat) Pemuda Katolik Gelombang III resmi digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Jumat-Minggu (16-18 Januari 2026).

Kegiatan ini menjadi bagian strategis kaderisasi Pemuda Katolik untuk menyiapkan kader tangguh di bidang tanggap bencana, aksi kemanusiaan, bela negara, serta penguatan konsolidasi organisasi.

Pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Paskokat Gelombang III di Lampung diwarnai dengan aksi cinta lingkungan melalui penyiraman tanaman.

Aksi simbolik ini menjadi wujud komitmen sekaligus pertobatan ekologis para kader Pemuda Katolik sebagai manifestasi nilai-nilai Laudato Si’ yang menegaskan tanggung jawab bersama dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.

Mengusung tema “Ad Maiora Natus Sum” (Aku Dilahirkan untuk Hal-Hal yang Lebih Besar), ratusan peserta dari Pemuda Katolik Komda Lampung, Orang Muda Katolik, mahasiswa, guru, hingga aktivis muda Katolik mengikuti diklatsar sebagai tahapan menuju keanggotaan Paskokat.

Ketua Umum Pemuda Katolik, Stefanus Gusma mengatakan Paskokat merupakan program strategis organisasi. “Paskokat adalah program Diklatsar yang bertujuan membentuk kader militan, patriotik, berjiwa sosial, dan siap mengabdi bagi bangsa serta Gereja. Fokusnya pada kedisiplinan, bela negara, tanggap bencana, aksi kemanusiaan, konsolidasi organisasi” ujar Stefanus kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Dia menambahkan Paskokat bukan hanya sekedar pelatihan fisik, melainkan juga proses kaderisasi untuk melahirkan patriot muda Katolik yang peka, tangguh, dan siap pakai di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Paskokat juga sering menggandeng instruktur lintas iman, termasuk Kepolisian untuk memperkuat semangat kebangsaan dan persaudaraan.

Uskup Tanjung Karang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan diklatsar ini. “Gereja menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Diklatsar ini diharapkan dapat melahirkan kaum muda Katolik yang berkarakter kuat, beriman matang, peduli pada sesama, serta mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Komandan Nasional Paskokat, Yustinus Wuarmanuk, menyebut Diklatsar Paskokat Angkatan III menggunakan metode pelatihan terpadu. Pelatihan memadukan pembinaan disiplin dan mental, penguatan karakter kebangsaan, pembentukan spirit ekologis, serta peningkatan soft skills strategis.

"Para peserta dibekali berbagai keterampilan, mulai dari negosiasi dan lobi publik, penanganan kebencanaan dan pertolongan pertama, advokasi non-litigasi, kepemimpinan berbasis pelayanan, pengorganisasian massa, hingga penguatan jejaring sosial dengan berlandaskan spirit pertobatan ekologis ditengah situasi potensi kebencanaan dan tantangan kemasyarakatan," tutur Yustinus.

Rekomendasi