"Keutamaan Puasa Senin Kamis Bacaan dan Manfaatnya Menurut Islam"

Tim Editor

Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Terjemahan dan Keutamaannya. (Ilustrasi: Mohamed Hassan dari Pixabay)

ERA.id - Puasa Senin Kamis adalah ibadah sunnah yang sering dikerjakan Nabi Muhammad SAW. Banyak masyarakat yang masih bingung bagaimana tata cara pelaksanaannya. Berikut niat bahasa Arab puasa Senin Kamis beserta latin, artinya, dan keutamaannya.

Bagi Nabi Muhammad SAW, hari Senin dan Kamis merupakan dua hari yang istimewa. Sebab hari Senin merupakan kelahiran beliau, yakni Senin, 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah atau bertepatan dengan awal tahun 571 Masehi. 

Sedangkan Nabi berpuasa pada hari Kamis merujuk pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi yang isinya Rasulullah SAW bersabda, "Amal itu diperlihatkan di hadapan Allah pada hari Senin dan hari Kamis. Aku gembira sekali amalku diperlihatkan di saat aku sedang berpuasa." 

Niat Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Terjemahan dan Keutamaannya. (Ilustrasi: Mohamed Hassan dari Pixabay) 

 

Niat Puasa Senin Kamis

Para ulama sepakat bahwa niat merupakan bagian dari rukun puasa. Dengan kata lain, sebuah ibadah tidak dianggap sah dan berpahala jika tidak disertai niat. Meski begitu terdapat perbedaan dalam pelafalan niat, salah satunya dalam puasa Senin Kamis.

Namun, umumnya masyarakat mengucapkan niat puasa Senin Kamis dalam bahasa Arab sebagai berikut:

Niat Puasa Hari Senin 

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى 

Latin: "Nawaitu Shouma Yaumal Itsnaini Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa."

 Artinya: "Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala." 

Niat Puasa Hari Kamis 

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaitu Shouma Yaumal Khomiisi Sunnatal Lillaahi Ta'aalaa." 

Artinya: "Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala."

Tata Cara Pelaksanaan Puasa Senin Kamis

Tata cara pelaksanaan puasa Senin Kamis sebetulnya tidak berbeda dengan puasa Ramadan. Waktu niat puasa harus dilakukan pada malam hari mulai ba’da (setelah) Maghrib sampai terbit fajar. Apabila dilakukan di luar waktu tersebut maka niatnya tidak sah dan otomatis puasanya juga tidak sah.

Hal itu sesuai dengan riwayat hadis Imam Ad-Daru Qathni yang bunyinya. "Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar subuh, maka tidak ada puasa baginya."

Namun, ada pendapat lain yang menyebut bahwa keharusan niat puasa malam hari sampai sebelum terbit fajar ini hanya berlaku bagi puasa Ramadan dan tidak berlaku bagi puasa sunnah.

Ilustrasi (Fauzan My dari Pixabay) 

 

Karenanya tidak mengapa dan sah-sah saja niat untuk berpuasa sunnah itu baru diniatkan walaupun di waktu Dhuha (pagi hari), dengan catatan dari terbitnya fajar hingga waktu Dhuha itu belum seteguk pun air yang diminum dan belum ada kecuil pun makanan yang dimakan. 

Hal ini berdasarkan penjelasan dari Aisyah radliyallahu ‘anh:

"Suatu hari Rasulullah SAW datang kepadaku, lalu beliau bertanya: "Apakah ada makanan?" Lalu kami menjawab: "Tidak ada", maka Rasulullah SAW berkata: "Kalau begitu saya puasa." (HR Muslim)

Untuk waktu berbuka tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini, yakni dilaksanakan setelah terbenamnya matahari atau waktu Magrib. 

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Keutamaannya puasa Senin Kamis salah satunya bisa menghapus kesalahan dan meninggikan derajat, serta memang dua hari tersebut adalah saat amalan diangkat di hadapan Allah sehingga sangat baik untuk berpuasa saat itu.

Keutamaan hari Senin dan Kamis secara umum dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

Selain mendapatkan pahala, berpuasa ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di antaranya dapat membuang racun dalam tubuh, mampu menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, menurunkan gula darah, dan mampu mengurangi risiko terkena kanker.

Kemudian mengurangi risiko diabetes, menjaga kesehatan kulit, meningkatkan kemampuan fungsi otak, mampu meningkatkan metabolisme tubuh, serta menjaga kesehatan mental.

Tag: puasa menu sahur dan buka puasa syariat islam

Bagikan: